Tingkatkan Kompetensi Pengelola Perpustakaan, Petugas Lapas Kotabaru Ikuti Bimtek Dispersip -->

Tingkatkan Kompetensi Pengelola Perpustakaan, Petugas Lapas Kotabaru Ikuti Bimtek Dispersip

11 Juli 2026, 15:26

Bangkapost – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru mengirimkan perwakilan untuk mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Tenaga Pustakawan dan Pengelola Perpustakaan Tingkat Kabupaten Kotabaru Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Kotabaru di Ballroom Hotel Grand Surya Lt. 4, Jumat (10/7).

Pada kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIA Kotabaru diwakili oleh petugas Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Ahmad Fauzi, yang mengikuti seluruh rangkaian materi bersama para pengelola perpustakaan khusus, perpustakaan desa, dan taman bacaan masyarakat (TBM) dari berbagai instansi dan lembaga di Kabupaten Kotabaru.

Bimbingan teknis ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pengelola perpustakaan agar mampu mengelola layanan perpustakaan sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan. Berbagai materi disampaikan, mulai dari pengelolaan koleksi, peningkatan kualitas layanan, penguatan budaya literasi, hingga strategi pengembangan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, mengatakan bahwa peningkatan kompetensi petugas merupakan bagian penting dalam mendukung kualitas pembinaan yang diberikan kepada warga binaan.

“Perpustakaan memiliki peran strategis dalam mendukung pembinaan kepribadian warga binaan melalui penguatan budaya literasi. Kami berharap ilmu yang diperoleh dari bimtek ini dapat diterapkan untuk meningkatkan pengelolaan perpustakaan di Lapas sehingga semakin memberikan manfaat bagi warga binaan,” ujar Doni.

Sementara itu, Ahmad Fauzi mengaku kegiatan tersebut memberikan banyak wawasan baru mengenai tata kelola perpustakaan yang lebih efektif dan sesuai standar.

“Materi yang disampaikan sangat bermanfaat, terutama terkait pengelolaan perpustakaan yang lebih tertata dan pelayanan yang lebih baik kepada pengguna. Pengetahuan ini akan kami terapkan untuk mendukung pengembangan perpustakaan di Lapas Kotabaru sebagai sarana belajar bagi warga binaan,” ungkapnya.

Keikutsertaan Lapas Kelas IIA Kotabaru dalam kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat layanan perpustakaan sebagai bagian dari pembinaan berbasis literasi. Dengan pengelolaan yang semakin baik, perpustakaan diharapkan mampu menjadi ruang belajar yang mendorong warga binaan memperluas wawasan, meningkatkan minat baca, dan mempersiapkan diri untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat.

TerPopuler