Bangkapost — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus mengembangkan pembinaan kemandirian melalui kegiatan produksi peyek yang melibatkan Warga Binaan, Selasa (24/3). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pelatihan keterampilan sekaligus upaya meningkatkan produktivitas Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan.
Produksi peyek tersebut merupakan bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya pada aspek penguatan produk UMKM hasil pembinaan. Dengan memanfaatkan bahan sederhana dan proses yang terstruktur, peyek hasil karya Warga Binaan mampu memiliki nilai jual dan daya saing di pasaran.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana efektif dalam membentuk kemandirian dan keterampilan Warga Binaan. “Melalui produksi peyek ini, kami mendorong Warga Binaan untuk memiliki kemampuan usaha yang produktif. Ini sejalan dengan program akselerasi UMKM, sehingga mereka memiliki bekal saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Salah satu Warga Binaan berinisial D yang terlibat dalam produksi mengungkapkan rasa antusiasnya dalam mengikuti kegiatan tersebut. “Kami belajar dari awal sampai bisa memproduksi peyek yang layak dijual. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan memberi kami harapan untuk bisa mandiri setelah bebas nanti,” tuturnya.
Melalui program pembinaan berbasis UMKM ini, Lapas Kotabaru terus berkomitmen menciptakan Warga Binaan yang produktif, terampil, dan siap berkontribusi positif di tengah masyarakat.
