Bangkapost — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan kemandirian dengan melaksanakan panen selada hidroponik pada Senin (23/3). Sebanyak 100 ikat selada berhasil dipanen dari hasil budidaya yang dikelola oleh Warga Binaan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian di bidang pertanian modern.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap Asta Cita Presiden dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan, serta selaras dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya pada aspek pemberdayaan dan kemandirian Warga Binaan. Melalui metode hidroponik, Warga Binaan dibekali keterampilan yang aplikatif dan bernilai ekonomi.
Kepala Lapas Kotabaru, Doni Handriansyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada proses pembelajaran yang berkelanjutan bagi Warga Binaan.
“Program ini menjadi bagian dari upaya kita dalam membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang bermanfaat. Harapannya, mereka dapat memiliki bekal kemandirian, khususnya di bidang pangan, saat kembali ke masyarakat,” tegas Kalapas.
Salah satu Warga Binaan berinisial S yang terlibat dalam kegiatan tersebut mengungkapkan rasa syukur dan antusiasmenya mengikuti program pembinaan ini.
“Saya sangat bersyukur bisa ikut dalam kegiatan hidroponik ini. Selain menambah pengetahuan, saya juga merasa lebih percaya diri karena memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan setelah bebas nanti,” ungkapnya.
Melalui kegiatan panen ini, Lapas Kotabaru terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang produktif dan berdampak, sekaligus mendukung ketahanan pangan serta menciptakan Warga Binaan yang mandiri dan siap kembali ke tengah masyarakat.
