Keripik Pisang Karya Warga Binaan Lapas Kotabaru, Bekal Keterampilan Menuju Kemandirian -->

Keripik Pisang Karya Warga Binaan Lapas Kotabaru, Bekal Keterampilan Menuju Kemandirian

24 Agustus 2026, 09:45

Bangkapost – Kreativitas dan semangat produktif terus tumbuh dalam program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru. Salah satunya melalui produksi keripik pisang yang dikerjakan langsung oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Jumat (21/08. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan sekaligus belajar menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.

Dalam prosesnya, warga binaan terlibat mulai dari pemilihan bahan baku, pengupasan, pengirisan, penggorengan hingga pengemasan. Setiap tahapan dilakukan dengan memperhatikan kebersihan dan kualitas produk serta berada di bawah pendampingan petugas. Dari proses sederhana tersebut, warga binaan mendapatkan pengalaman langsung mengenai bagaimana sebuah bahan mentah diolah hingga menjadi produk yang siap dipasarkan.

Pembinaan ini juga menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk mengenal berbagai aspek dalam kegiatan usaha. Selain keterampilan teknis, mereka belajar mengenai ketelitian, kedisiplinan, kerja sama, menjaga kualitas, serta pentingnya tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Imam Sapto Riadi, mengatakan bahwa kegiatan kerja warga binaan merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian melalui pengalaman yang nyata.

“Kami ingin setiap kegiatan kerja yang diikuti warga binaan memberikan keterampilan yang dapat mereka manfaatkan setelah selesai menjalani masa pembinaan. Bukan hanya menghasilkan produk, tetapi juga membangun disiplin, tanggung jawab, kreativitas, dan kepercayaan diri untuk kembali produktif di masyarakat,” ujar Imam.

Hasil produksi juga memberikan manfaat bagi warga binaan melalui pemberian premi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Di sisi lain, kegiatan produksi turut mendukung pengembangan usaha hasil karya warga binaan serta memberikan kontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Salah seorang warga binaan berinisial S mengaku senang dapat terlibat langsung dalam proses pembuatan keripik pisang. “Di sini saya belajar banyak, dari mengolah bahan sampai menjadi produk yang siap dijual. Keterampilan seperti ini sangat bermanfaat dan mudah-mudahan bisa saya gunakan untuk membuka usaha ketika sudah kembali ke masyarakat,” ungkapnya.

Melalui pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan, Lapas Kelas IIA Kotabaru berupaya memberikan ruang bagi warga binaan untuk berkarya dan meningkatkan kemampuan. Setiap produk yang dihasilkan menjadi bagian dari proses pembinaan sekaligus langkah kecil untuk membangun kemandirian dan mempersiapkan masa depan yang lebih produktif.

TerPopuler