Bangkapost.com - Bahan bakar kapal berperan penting dalam kegiatan operasional karena sekitar 40-65% biaya operasional bergantung pada pemakaiannya. Biasa disebut Marine Fuel Oil (MFO), tersedia dalam berbagai macam jenis sesuai dengan kegunaannya seperti untuk kapal wisata dan kapal kargo. Sayangnya, banyak orang memilih Marine Fuel Supplier Singapore sembarangan.
Padahal, kesalahan kecil dapat berdampak besar seperti kerugian, pemborosan biaya dan kegiatan operasional terganggu. Sebelum memakainya, sangat penting untuk mengetahui kesalahan umum yang biasa terjadi dan bagaimana solusi yang tepat dalam mengatasinya seperti di bawah ini.
Hindari Kesalahan Besar Memakai Bahan Bakar Kapal
1. Menghiraukan Kualitas
Pada umumnya, kapal mendapatkan bahan bakar dengan berbagai jenis kualitas apalagi di pelabuhan kecil. Apabila anda mendeteksi adanya kandungan buruk dari BBM, gunakan fuel treatment system seperti separator atau purifier. Pertimbangkan Marine Fuel Supplier Singapore yang menyediakan bahan bakar kapal berkualitas di sekitar Singapura.
2. Mengabaikan Endapan di Tangki
Kotoran yang menumpuk pada tangki tentu mengurangi kapasitas tangki dan efisiensi mesin karena menyumbat filter. Dalam hal ini, bersihkan tangki dengan rutin dan pakai filter bahan bakar berkualitas tinggi. Atur juga kelembaban tangki untuk mengurangi adanya endapan.
3. Melanggar Regulasi Tanpa Disadari
Banyak orang tidak menyadari bahwa telah melanggar regulasi emisi dan efisiensi energi. Perlu dicatat bahwa Organisasi Maritim Internasional mengeluarkan peraturan mengenai emisi kapal seperti pemakaian bahan bakar rendah sulfur. Agar tidak kecolongan, pemasangan scrubber untuk mengurangi emisi dan memanfaatkan teknologi energi alternatif seperti LNG atau Hybrid Propulsion.
4. Pencurian BBM Kapal
Mungkin anda sudah familiar dengan adanya kasus pencurian bahan bakar di kapal karena sudah biasa terjadi di industri. Pelaku mengambil bahan bakar dari tangki lalu memalsukan catatan pemakaian untuk memasukkan kegiatan pengisian bahan bakar. Jika dibiarkan, anda dapat kehilangan miliaran rupiah.
Untuk mencegahnya, anda bisa menerapkan fuel monitoring system untuk mencatat pergerakan secara real time. Pertimbangkan juga sensor level tangki untuk mengenali adanya penurunan volume BBM yang tidak sesuai dengan waktu pemakaian mesin. Lakukan juga audit dan transparansi laporan antara kru kapal dan darat.
5. Pemakaian Boros
Jika anda mengenali adanya pemakaian yang boros, tinjau segera. Sebab, hal ini biasa disebabkan oleh mesin yang kurang efisien seperti kecepatan kapal tidak stabil dan teknik berlayar yang kurang maksimal. Adapun solusinya yakni mengoptimalisasi kecepatan kapal, mengurangi kecepatan, merawat mesin secara berkala dan memakai data monitoring.
6. Pemantauan Kurang Akurat
Kebanyakan kapal mencatat secara manual di buku untuk mengawasi pemakaian BBM. Padahal, hal ini rentan akan human error, manipulasi data atau ketidaksesuaian laporan dengan kondisi di lapangan. Mulai sekarang, coba beralih ke digitalisasi monitoring otomatis yang terhubung ke server darat. Gunakan GPS tracking dan sensor flowmeter dan integrasi laporan otomatis.
7. Berangkat saat Cuaca Buruk
Agar terhindar dari angin kencang dan gelombang tinggi, sesuaikan dengan jadwal keberangkatan. Pantau kondisi cuaca real-time sebelum berangkat. Namun, cuaca memang tidak bisa diprediksi sehingga anda perlu menyiasatinya dengan memakai teknologi route optimization untuk mengetahui jalur pelayaran teraman dan hemat energi.
Ada berbagai kesalahan umum yang biasa terjadi dalam memakai bahan bakar kapal, baik tanpa disadari maupun disengaja. Agar terhindar dari masalah besar di kemudian hari, Anda dapat mempersiapkannya sejak awal dengan menerapkan sistem digital, melakukan perawatan berkala, dan memilih penyedia bahan bakar yang tepat. Turbion berlokasi strategis di Batam, Indonesia, dan mendukung kebutuhan Batam Bunkering serta perusahaan pelayaran yang mencari Marine Fuel Supplier Singapore untuk operasional kapal di sekitar Singapura. Sebagai Marine Fuel Supplier Indonesia, Turbion juga menyediakan solusi bahan bakar maritim untuk mendukung kebutuhan pelayaran di Indonesia.
