Panen Patin 25 Kilogram, Lapas Amuntai Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Pembinaan Produktif -->

Panen Patin 25 Kilogram, Lapas Amuntai Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Pembinaan Produktif

25 Juli 2026, 19:06

Bangkapost – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Amuntai dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui kegiatan pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Pada Sabtu (25/7/2026), Lapas Amuntai kembali melaksanakan panen ikan patin dengan hasil mencapai 25 kilogram dari kolam budidaya yang dikelola bersama warga binaan.

Proses panen berlangsung dengan penuh semangat dan gotong royong. Warga binaan bersama petugas mengangkat jaring, menimbang hasil panen, hingga menyiapkan ikan untuk didistribusikan. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan keterampilan yang bertujuan membekali warga binaan dengan kemampuan budidaya perikanan sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pangan di lingkungan Lapas.

Kepala Lapas Kelas IIB Amuntai, Gusti Iskandarsyah, mengatakan bahwa keberhasilan panen tersebut merupakan hasil dari perawatan yang dilakukan secara rutin dan kerja sama yang baik antara petugas dengan warga binaan.

"Panen ikan patin ini menjadi bukti bahwa pembinaan kemandirian di Lapas Amuntai terus berjalan dengan baik. Selain mendukung program ketahanan pangan, kegiatan ini juga memberikan keterampilan dan pengalaman kepada warga binaan agar memiliki bekal yang bermanfaat setelah kembali ke masyarakat," ujar Gusti.

Sementara itu, Kasi Binadik Giatja Abdul Hair menjelaskan bahwa program budidaya perikanan akan terus dikembangkan sebagai salah satu pembinaan unggulan di Lapas Amuntai.

"Kami terus melakukan pendampingan agar warga binaan memahami proses budidaya ikan mulai dari pemeliharaan, pemberian pakan, hingga masa panen. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi modal usaha yang bermanfaat setelah mereka bebas nanti," ungkap Abdul Hair.

Melalui kegiatan panen ikan patin ini, Lapas Kelas IIB Amuntai menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak nyata. Selain menghasilkan komoditas pangan, program ini juga menjadi sarana membentuk etos kerja, tanggung jawab, serta kemandirian warga binaan sebagai bekal untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih baik di tengah masyarakat.

TerPopuler