Panen 35 Kilogram Kangkung, Pembinaan Kemandirian Warga Binaan Lapas Kotabaru Kian Produktif -->

Panen 35 Kilogram Kangkung, Pembinaan Kemandirian Warga Binaan Lapas Kotabaru Kian Produktif

24 Juli 2026, 19:06

Bangkapost – Program pembinaan kemandirian di bidang pertanian yang dijalankan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru kembali menunjukkan hasil yang menggembirakan. Sebanyak 35 kilogram kangkung berhasil dipanen oleh Warga Binaan dari lahan pertanian Lapas, sebagai bukti konsistensi pembinaan yang mengedepankan peningkatan keterampilan dan produktivitas, Kamis (23/07).

Panen tersebut merupakan hasil dari proses budidaya yang dilakukan secara bertahap, mulai dari pengolahan lahan, penyemaian benih, penanaman, perawatan, hingga masa panen. Seluruh proses dilaksanakan oleh Warga Binaan di bawah pendampingan petugas Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), sehingga mereka tidak hanya memahami teknik budidaya tanaman, tetapi juga mengembangkan sikap disiplin, kerja sama, ketelitian, dan tanggung jawab.

Selain dimanfaatkan untuk mendukung program ketahanan pangan di lingkungan Lapas, hasil panen juga memiliki nilai ekonomi melalui pemasaran produk serta memberikan kontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Warga Binaan yang aktif mengikuti kegiatan kerja turut memperoleh premi sesuai ketentuan sebagai bentuk apresiasi atas produktivitas mereka.

Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, menyampaikan bahwa meningkatnya hasil panen menjadi indikator keberhasilan pembinaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Keberhasilan memanen 35 kilogram kangkung menunjukkan bahwa Warga Binaan mampu mengelola kegiatan pertanian dengan baik. Yang terpenting bukan hanya hasil panennya, tetapi proses pembelajaran yang membentuk keterampilan, etos kerja, dan rasa tanggung jawab sebagai bekal mereka ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Doni.

Salah seorang Warga Binaan berinisial J mengaku bangga dapat terlibat dalam kegiatan pertanian tersebut. Menurutnya, setiap tahapan budidaya memberikan pengalaman baru yang sangat bermanfaat.

“Saya belajar mulai dari mengolah lahan, menanam, merawat hingga memanen. Melihat hasil panen yang semakin meningkat membuat saya semakin percaya diri. Semoga keterampilan ini bisa saya manfaatkan untuk mencari penghasilan setelah bebas nanti,” ungkapnya.

Melalui program pertanian yang terus dikembangkan, Lapas Kelas IIA Kotabaru berkomitmen menghadirkan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan bernilai manfaat. Setiap hasil panen tidak hanya menjadi cerminan keberhasilan budidaya, tetapi juga menjadi simbol tumbuhnya keterampilan, kemandirian, dan harapan baru bagi Warga Binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.

TerPopuler