Bangkapost – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Rantau kembali melaksanakan kegiatan Pembinaan Kemandirian (UMKM) melalui pembuatan Telur Asin RuRa yang diikuti oleh warga binaan pekerja pada Rabu (10/06). Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan Rutan Rantau ini merupakan salah satu program pembinaan yang bertujuan meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga binaan selama menjalani masa pidana.
Pelaksanaan pembinaan kemandirian tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), khususnya dalam penguatan pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan dan peningkatan kemampuan warga binaan. Melalui kegiatan ini, warga binaan diberikan kesempatan untuk mempelajari proses pembuatan telur asin yang memiliki nilai ekonomi dan berpotensi menjadi peluang usaha di masa mendatang.
Kepala Rutan Kelas IIB Rantau, Renaldi Hutagalung, menyampaikan bahwa program pembinaan kemandirian memiliki peran penting dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan yang bermanfaat setelah kembali ke masyarakat. “Kami terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Pembuatan Telur Asin RuRa tidak hanya memberikan keterampilan praktis, tetapi juga menumbuhkan semangat kerja, kreativitas, dan kemandirian bagi warga binaan sebagai bekal untuk kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Darmawan Saputra, menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan kemandirian akan terus dikembangkan sesuai dengan potensi yang dimiliki warga binaan. “Kami berharap melalui kegiatan ini warga binaan dapat memperoleh pengalaman dan keterampilan yang memiliki nilai manfaat serta nilai ekonomi. Pembinaan seperti ini menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kesiapan mereka dalam proses reintegrasi sosial,” tuturnya.
Kegiatan pembuatan Telur Asin RuRa diikuti dengan antusias oleh warga binaan dan berlangsung di bawah pengawasan pegawai. Pegawai pengawas kegiatan, Noorhikmah, mengatakan bahwa warga binaan menunjukkan semangat yang tinggi selama mengikuti proses produksi. “Warga binaan sangat antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan telur asin, mulai dari persiapan bahan hingga proses pengolahan. Kami berharap keterampilan yang mereka peroleh dapat terus dikembangkan dan menjadi bekal yang bermanfaat ketika kembali ke tengah masyarakat,” ungkapnya. Melalui program ini, Rutan Rantau terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang bermanfaat, produktif, dan berdampak positif bagi warga binaan.
