Bangkapost — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus memperkuat pembinaan kepribadian Warga Binaan melalui pelaksanaan ibadah Salat Jumat berjamaah yang rutin digelar di Masjid At-Taubah, Jumat (24/4). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan bagi Warga Binaan yang beragama Islam.
Sejak awal pelaksanaan, suasana khusyuk terasa ketika lantunan azan menggema di lingkungan Lapas, mengajak seluruh Warga Binaan untuk melaksanakan kewajiban ibadah. Dengan pendampingan petugas, seluruh jamaah mengikuti rangkaian Salat Jumat secara tertib dan penuh kekhidmatan.
Dalam khutbahnya, khatib dari Kemeag Ustad Rahmatullah menyampaikan tema tentang pentingnya bertafakur kepada Allah SWT sebagai sarana mendekatkan diri dan menenangkan hati. Jamaah diajak untuk merenungi perjalanan hidup, meningkatkan kesabaran, serta menumbuhkan keikhlasan dalam menghadapi setiap ujian.
Selain itu, khatib juga mengingatkan pentingnya meninggalkan perbuatan buruk di masa lalu dan menggantinya dengan amal kebaikan sebagai bentuk perubahan diri yang nyata. Pesan tersebut menjadi pengingat bagi Warga Binaan untuk terus berproses menjadi pribadi yang lebih baik.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter Warga Binaan.
“Pembinaan spiritual seperti Salat Jumat ini menjadi fondasi penting dalam proses perubahan diri. Kami berharap Warga Binaan dapat memanfaatkan momen ini untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan pelaksanaan Salat Jumat berjamaah. Melalui pembinaan keagamaan ini, Lapas Kotabaru berkomitmen menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek spiritual sebagai fondasi utama dalam proses reintegrasi sosial Warga Binaan.
