Peyek Renyah Lapas Kotabaru, Produk UMKM WBP yang Siap Bersaing di Pasar -->

Peyek Renyah Lapas Kotabaru, Produk UMKM WBP yang Siap Bersaing di Pasar

07 April 2026, 12:54

Bangkapost — Dari balik dapur pembinaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru, aroma gurih peyek yang baru digoreng menjadi saksi lahirnya produk UMKM hasil karya Warga Binaan, Sabtu (04/04). Tidak sekadar camilan, peyek ini menjadi representasi dari semangat kemandirian dan proses pembinaan yang berkelanjutan.

Setiap lembar peyek yang dihasilkan melalui proses yang teliti, mulai dari pencampuran adonan, penambahan kacang sebagai isian, hingga teknik penggorengan agar menghasilkan tekstur renyah dan rasa yang konsisten. Di balik tampilannya yang sederhana, tersimpan keterampilan dan ketekunan Warga Binaan dalam menghasilkan produk yang layak bersaing.

Kegiatan produksi peyek ini merupakan bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam penguatan produk UMKM. Melalui kegiatan ini, Warga Binaan tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga belajar memahami proses usaha secara nyata.

Lebih dari sekadar aktivitas dapur, produksi peyek menjadi ruang bagi Warga Binaan untuk menanamkan nilai kerja keras, ketelitian, serta tanggung jawab terhadap hasil yang mereka ciptakan. Produk yang dihasilkan pun diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi serta membuka peluang usaha di masa depan.

Kepala Lapas Kotabaru, Doni Handriansyah, menyampaikan bahwa setiap produk yang dihasilkan merupakan bagian dari proses pembinaan yang memiliki nilai strategis. “Kami mendorong Warga Binaan untuk menghasilkan produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki nilai jual. Peyek ini menjadi salah satu contoh nyata bahwa dari dalam Lapas pun dapat lahir produk UMKM yang potensial,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kotabaru terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang produktif dan bernilai ekonomi, sekaligus membuka jalan bagi Warga Binaan untuk memiliki bekal usaha yang dapat dikembangkan setelah kembali ke masyarakat.

TerPopuler