Bangkapost — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus menghadirkan pembinaan yang berorientasi masa depan melalui kegiatan produksi donat oleh Warga Binaan, Sabtu (04/04). Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata pembekalan keterampilan usaha dari balik jeruji, sejalan dengan implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 dalam penguatan sektor UMKM.
Dalam suasana kerja yang penuh semangat, Warga Binaan terlibat langsung dalam setiap tahapan produksi, mulai dari pengolahan adonan, pembentukan, penggorengan, hingga pengemasan. Proses ini tidak hanya menghasilkan produk donat yang layak jual, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran keterampilan usaha yang aplikatif.
Kepala Lapas Kotabaru, Doni Handriansyah, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian harus mampu memberikan dampak nyata bagi masa depan Warga Binaan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap Warga Binaan memiliki bekal keterampilan yang bisa dimanfaatkan setelah bebas nanti, salah satunya melalui kegiatan produksi donat ini yang memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.
Pembina kemandirian, Aprilita Dwi Imasari, menambahkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara konsisten dengan pendampingan intensif. “Kami tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga pada proses pembelajaran agar Warga Binaan benar-benar memahami dan mampu mengembangkan usaha secara mandiri,” jelasnya.
Salah satu Warga Binaan, M mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari kegiatan tersebut. “Saya merasa kegiatan ini sangat bermanfaat. Selain belajar membuat donat, saya juga jadi punya gambaran untuk membuka usaha setelah bebas nanti,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kotabaru berharap pembinaan yang diberikan tidak berhenti selama masa pidana, tetapi menjadi titik awal bagi Warga Binaan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri dan produktif di masa depan. Hal ini sekaligus menjadi komitmen Lapas dalam menciptakan Warga Binaan yang siap berdaya saing dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.
