Lapas Kotabaru Lestarikan Kain Sasirangan, Warga Binaan Asah Keterampilan Pewarnaan -->

Lapas Kotabaru Lestarikan Kain Sasirangan, Warga Binaan Asah Keterampilan Pewarnaan

10 Maret 2026, 11:01

Bangkapost — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru kembali melaksanakan kegiatan pembinaan kemandirian melalui proses pewarnaan kain sasirangan yang diikuti oleh Warga Binaan pada Senin (9/3). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelatihan keterampilan produksi kain sasirangan yang terus dikembangkan sebagai salah satu produk unggulan hasil karya Warga Binaan.

Dalam kegiatan tersebut, Warga Binaan dibimbing langsung oleh petugas pembina kemandirian untuk mempraktikkan teknik pewarnaan kain sasirangan dengan memperhatikan ketelitian serta perpaduan warna khas kain tradisional Kalimantan Selatan. Proses ini menjadi tahapan penting dalam menghasilkan motif dan warna yang memiliki nilai estetika serta kualitas yang baik.

Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan keterampilan yang bertujuan membekali Warga Binaan dengan kemampuan produktif yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti.

“Kegiatan pembinaan seperti ini diharapkan mampu memberikan keterampilan nyata bagi Warga Binaan. Melalui proses produksi kain sasirangan, mereka tidak hanya belajar teknik pembuatan, tetapi juga memahami nilai ekonomi dari sebuah karya,” ujar Doni.

Sementara itu, Petugas Pembina Kemandirian, Icho Marselawati, menjelaskan bahwa proses pewarnaan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan teknik pencelupan agar warna yang dihasilkan lebih merata dan sesuai dengan motif yang telah dibuat sebelumnya.

“Dalam proses pewarnaan kain sasirangan diperlukan ketelitian dan kesabaran agar warna dapat terserap dengan baik pada kain serta menghasilkan motif yang khas. Warga Binaan terlihat antusias mengikuti setiap tahapan yang diberikan,” jelas Icho.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kotabaru terus berupaya meningkatkan kualitas produk hasil karya Warga Binaan sekaligus melestarikan budaya lokal. Program pembinaan kemandirian melalui produksi kain sasirangan juga sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam penguatan produk UMKM hasil karya Warga Binaan yang memiliki nilai ekonomi serta berpotensi dipasarkan kepada masyarakat luas.

TerPopuler