Bangkapost – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Amuntai kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan kemandirian warga binaan melalui kegiatan panen ikan patin sebanyak 18 kilogram di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Sabtu (28/2).
Kegiatan panen tersebut dieksekusi langsung oleh Kepala Subsi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja) Lapas Amuntai bersama anak magang dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang bertugas di Lapas Amuntai, serta sejumlah warga binaan yang terlibat aktif dalam program pembinaan kemandirian.
Panen ikan patin ini merupakan bagian dari program pembinaan berbasis keterampilan yang dilaksanakan di Kebun SAE Lapas Amuntai.
Program tersebut bertujuan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan di bidang perikanan sebagai modal usaha setelah menyelesaikan masa pidana.
Kasubsi Giatja Lapas Amuntai menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada proses pembelajaran yang dijalani warga binaan. Melalui kegiatan budidaya ikan patin, warga binaan dilatih mulai dari tahap penebaran benih, perawatan, hingga proses panen.
“Program ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab, disiplin, dan etos kerja warga binaan. Selain itu, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal yang bermanfaat saat mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Keberhasilan panen sebanyak 18 kilogram ikan patin ini menjadi bukti bahwa program pembinaan di Kebun SAE berjalan secara optimal. Sinergi antara petugas, peserta magang, dan warga binaan menjadi kunci keberhasilan kegiatan tersebut.
Ke depan, Lapas Amuntai berkomitmen untuk terus mengembangkan program Sarana Asimilasi dan Edukasi sebagai wadah pembinaan produktif yang berdampak nyata, baik bagi warga binaan maupun bagi ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
