Bangkapost – Rutan Kelas IIB Rantau mengikuti kegiatan Zoom Meeting pengarahan persiapan panen raya yang dilaksanakan pada Selasa (13/01). Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Rutan Kelas IIB Rantau, Kepala Subsi Pelayanan Tahanan, serta jajaran staf sebagai bagian dari koordinasi dan penguatan program kerja di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan Zoom pengarahan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, Mulyadi, dan diikuti oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Kalimantan Selatan. Pengarahan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan memastikan kesiapan pelaksanaan panen raya di masing-masing UPT sebagai bentuk implementasi pembinaan kemandirian warga binaan.
Dalam arahannya, Kepala Kanwil Mulyadi menekankan pentingnya persiapan panen raya secara matang dan terencana sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan. Program tersebut sejalan dengan dukungan terhadap 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan pembinaan produktif dan pemberdayaan warga binaan. Selain itu, beliau juga mengingatkan agar pelaksanaan tes urine tetap dilakukan secara rutin dan berkelanjutan sebagai langkah pencegahan dini terhadap penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Kanwil juga menyampaikan arahan terkait penguatan pengelolaan koperasi agar dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel, sehingga dapat memberikan manfaat bagi organisasi dan mendukung kesejahteraan. Penguatan koperasi ini turut menjadi bagian dari upaya mendukung 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam meningkatkan tata kelola dan kesejahteraan di lingkungan pemasyarakatan.
Menanggapi arahan tersebut, Kepala Rutan Kelas IIB Rantau, Renaldi Hutagalung, menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh arahan yang telah disampaikan. “Kami siap melaksanakan arahan Kepala Kantor Wilayah, baik terkait persiapan panen raya, pelaksanaan tes urine secara rutin, maupun penguatan koperasi, sebagai bagian dari dukungan terhadap 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan guna meningkatkan kinerja serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang produktif dan bersih dari narkoba,” ujarnya.
