Bangkapost - Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan studi tiru Reformasi Birokrasi dan pembangunan Zona Integritas, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung melaksanakan peninjauan langsung ke Dapur Lapas Kelas IIB Amuntai pada Sabtu, 29 November 2025.
Kegiatan ini tidak sekadar melihat fasilitas, tetapi juga mengamati dan mempelajari secara mendalam penerapan standar kualitas layanan penyediaan makanan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Amuntai.
Tim dari Lapas Tanjung disambut oleh petugas pengelola dapur serta pejabat struktural Lapas Amuntai. Pada kesempatan tersebut, rombongan diajak untuk meninjau seluruh alur pengolahan makanan. Mulai dari penerimaan bahan baku, proses penyortiran, pengolahan, hingga distribusi makanan kepada WBP.
Dalam pengamatan tersebut, Lapas Tanjung mempelajari bagaimana Lapas Amuntai memastikan kebersihan, keamanan pangan, manajemen waktu masak, pola pengawasan gizi, serta ketertiban proses penyaluran makanan. Para petugas Amuntai juga menjelaskan standar kerja yang digunakan untuk menjaga kualitas pelayanan, termasuk penerapan higienitas dapur dan dokumentasi kegiatan sesuai aturan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Pada sesi diskusi, tim Lapas Tanjung mengajukan sejumlah pertanyaan terkait pengelolaan menu harian, sistem kontrol mutu, mekanisme pemeriksaan kesehatan petugas dapur, serta strategi untuk memastikan konsumsi WBP tetap sesuai standar meskipun menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.
Kalapas Kelas IIB Amuntai, Yosef, dalam kesempatan itu, menyampaikan komitmennya untuk terus menjaga kualitas dapur sebagai bentuk pelayanan dasar yang wajib diberikan dengan optimal.
“Dapur adalah salah satu indikator penting dalam penilaian pelayanan di Lapas. Kami selalu berupaya menjaga standar terbaik, mulai dari kebersihan hingga kualitas gizi. Kami berharap apa yang kami terapkan dapat memberikan gambaran bagi Lapas Tanjung dalam memperkuat Layanan Pemasyarakatan,” ujarnya.
Sementara itu, Kalapas Kelas IIB Tanjung, Tri Joko, mengapresiasi keterbukaan Lapas Amuntai dalam berbagi pengalaman dan praktik baik.
“Kami sangat terbantu dengan penjelasan yang detail mengenai pengelolaan dapur. Penerapan standar kualitas yang dilakukan Lapas Amuntai menjadi referensi penting bagi kami untuk meningkatkan layanan serupa di Lapas Tanjung. Ini sejalan dengan komitmen kami dalam membangun Zona Integritas menuju WBK,” ungkapnya.
Kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antar Lapas dalam upaya meningkatkan kualitas layanan Pemasyarakatan. Peninjauan dapur tersebut menjadi salah satu poin pembelajaran utama yang akan dibawa pulang oleh Lapas Tanjung untuk ditindaklanjuti dan diimplementasikan di satuan kerja mereka.
