Hadits Bukhari Tentang Sedekah -->

Hadits Bukhari Tentang Sedekah

23 Juli 2021, 03:23
TRIBUNTU.CO — Kumpulan Hadits Shahih Imam Al-Bukhari Tentang Sedekah / Shadaqah.

HaditsShahih Al-Bukhari
KitabZakat
TentangSedekah
Nomor1321 - 1353
No. VersiFathul Bari


Sedekah dari Hasil Usaha Yang Baik
dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata,: Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam telah bersabda:

"Barangsiapa yang bersedekah dengan sebutir kurma hasil dari usahanya sendiri yang baik (halal), sedangkan Allah tidak menerima kecuali yang baik saja, maka sungguh Allah akan menerimanya dengan tangan kanan-Nya lalu mengasuhnya untuk pemiliknya sebagaimana jika seorang dari kalian mengasuh anak kudanya hingga membesar seperti gunung".
(Hadits Bukhari No. 1321)

Bersedekah Sebelum Ditolak
Haritsah bin Wahab berkata; Aku mendengar Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda:

"Bersedekahlah, karena nanti akan datang kepada kalian suatu zaman yang ketika itu seseorang berkeliling dengan membawa sedekahnya namun dia tidak mendapatkan seorangpun yang menerimanya. Lalu seseorang berkata,: ˝Seandainya kamu datang membawanya kemarin pasti aku akan terima. Adapun hari ini aku tidak membutuhkannya lagi˝."
(Hadits Bukhari No. 1322)

Hadits Bukhari Tentang Sedekah
Bersedekah Sebelum Ditolak
dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda:

"Tidak akan terjadi hari kiamat hingga terjadi pada kalian harta yang banyak melimpah kemudian timbul kekacauan. Saat itu pemilik harta berharap ada orang yang mau menerima sedekahnya dan hingga dia menawar-nawarkannya, lalu berkata, orang yang ditawarkan; aku tidak membutuhkannya".
(Hadits Bukhari No. 1323)

Bersedekah Sebelum Ditolak
'Adiy bin Hatim radliallahu 'anhu berkata;

Aku pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tiba-tiba datang dua orang yang seorang diantaranya mengeluhkan kefakiran yang menimpanya dan yang seorang lagi mengadukan tentang para perampok di jalanan. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Adapun para perampok, dia tidak akan datang kepada kalian kecuali sedikit hingga rombongan dagang berangkat menuju Makkah tanpa gangguan.

Adapun kefakiran, tidak akan terjadi hari kiamat hingga terjadi seseorang dari kalian berkeliling membawa sedekahnya namun dia tidak mendapatkan orang yang mau menerimanya.

Kemudian (pada hari kiamat) pasti setiap orang dari kalian akan berdiri di hadapan Allah dimana antara dirinya dan Allah tidak ada tabir dan tidak ada penterjemah yang akan menjadi juru bicara baginya.

Lalu Allah pasti akan berfirman: ˝Bukankah aku sudah memberimu harta?˝.
Lalu orang itu berkata,: ˝Benar˝.
Kemudian Allah berfirman lagi: ˝Bukankah aku sudah mengutus seeorang rasul kepadamu?˝.
Orang itu berkata; ˝Benar˝.

Maka orang itu memandang ke sebelah kanannya namun dia tidak melihat sesuatu kecuali neraka. Lalu dia melihat ke sebelah kirinya namun dia juga tidak melihat sesuatu kecuali neraka.

Karena itu, jagalah kalian dari neraka sekalipun dengan (bersedekah) sebutir kurma. Jika dia tidak memilikinya maka dengan berkata yang baik".
(Hadits Bukhari No. 1324)

Bersedekah Sebelum Ditolak
dari Abu Musa radliallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda:

"Pasti akan datang pada manusia suatu zaman yang ketika seseorang berkeliling membawa sedekah emas, lalu ia tidak mendapati seseorang yang mau menerimanya lagi.

Lalu akan terlihat satu orang laki-laki akan diikuti oleh empat puluh orang wanita, yang mereka mencari kepuasan dengannya karena sedikitnya jumlah laki-laki dan banyaknya wanita."
(Hadits Bukhari No. 1325)

Peliharalah Diri Kalian dari Api Neraka Sekalipun Hanya Dengan Sebutir Kurma dan Sedikit Yang Dikeluarkan Sudah Dianggap Sedekah
dari Abu Mas'ud radliallahu 'anhu berkata;

"Ketika ayat sedekah turun, kami berlomba-lomba, lalu datanglah seseorang dengan membawa sedekah yang banyak dan orang-orang berkata, ia orang yang pamer.

Kemudian datanglah seseorang lalu ia bershadaqah dengan satu sha'. Orang-orang berkata; ˝Sesungguhnya Allah lebih kaya daripada satu sha' ini˝.

Maka turunlah QS At-Taubah ayat: ˝Alladziina yalmizuunal muththawwi'iina minal mu'miniina fishshadaqati walladziina laa yajiduuna illa juhdahum˝. [˝Orang-orang (munafik itu) yang mencela orang-orang beriman yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya˝]."
(Hadits Bukhari No. 1326)

Peliharalah Diri Kalian dari Api Neraka Sekalipun Hanya Dengan Sebutir Kurma dan Sedikit Yang Dikeluarkan Sudah Dianggap Sedekah
dari Abu Mas'ud Al Anshariy radliallahu 'anhu berkata,:

"Adalah Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bila memerintahkan kami bersedekah, maka seseorang dari kami akan berangkat menuju pasar lalu dia bekerja dengan sungguh-sungguh hingga mendapatkan rezeki satu mud.

Adapun hari ini sebagian dari mereka bisa mendapatkan seratus ribu kalinya".
(Hadits Bukhari No. 1327)

Peliharalah Diri Kalian dari Api Neraka Sekalipun Hanya Dengan Sebutir Kurma dan Sedikit Yang Dikeluarkan Sudah Dianggap Sedekah
'Adiy bin Hatim radliallahu 'anhu berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda:

"Jagalah kalian dari neraka sekalipun dengan (bersedekah) sebutir kurma".
(Hadits Bukhari No. 1328)

Peliharalah Diri Kalian dari Api Neraka Sekalipun Hanya Dengan Sebutir Kurma dan Sedikit Yang Dikeluarkan Sudah Dianggap Sedekah
dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata;

Telah datang seorang wanita bersama dua putrinya menemuiku untuk meminta sesuatu namun aku tidak mempunyai apa-apa selain sebutir kurma lalu aku berikan kepadanya. Lalu wanita itu membagi kurma itu menjadi dua bagian yang diberikannya untuk kedua putrinya sedangkan dia tidak memakan sedikitpun.

Lalu wanita itu berdiri untuk segera pergi. Saat itulah Nabi Shallallahu'alaihiwasallam datang kepada kami, lalu aku kabarkan masalah itu, maka Beliau bersabda:

"Siapa yang memberikan sesuatu kepada anak-anak ini, maka mereka akan menjadi pelindung dari api neraka baginya".
(Hadits Bukhari No. 1329)

Keutamaan Bersedeah dalam Keadaan Kikir (Memerlukan Harta) lagi Sehat (Sebelum Sakit)
Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata,:

Seorang laki-laki datang kepada Nabi Shallallahu'alaihiwasallam dan berkata,: "Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling besar pahalanya?".

Beliau menjawab: "Kamu bersedekah ketika kamu dalam keadaan sehat dan kikir, takut menjadi fakir dan berangan-angan jadi orang kaya. Maka janganlah kamu menunda-nundanya hingga tiba ketika nyawamu berada di tenggorakanmu. Lalu kamu berkata, si fulan begini (punya ini) dan si fulan begini. Padahal harta itu milik si fulan".
(Hadits Bukhari No. 1330)

Keutamaan Bersedeah dalam Keadaan Kikir (Memerlukan Harta) lagi Sehat (Sebelum Sakit)
dari 'Aisyah radliallahu 'anha;

Sebagian isteri-isteri Nabi Shallallahu'alaihiwasallam berkata kepada Nabi Shallallahu'alaihiwasallam: "Siapakan diantara kami yang segera menyusul anda (setelah kematian)?".

Beliau bersabda: "Siapa yang paling panjang lengannya diantara kalian".

Maka mereka segera mengambil tongkat untuk mengukur panjang lengan mereka. Ternyata Saudah radliallahu 'anha yang paling panjang tangannya diantara mereka.

Setelah itu kami mengetahui bahwa yang dimaksud dengan panjang lengan adalah yang paling gemar bersedekah, dan ternyata Saudah radliallahu 'anha yang lebih dahulu menyusul kematian Beliau, dan dia juga paling gemar bersedekah".
(Hadits Bukhari No. 1331)

Jika Seseorang Memberikan Sedekah Kepada Orang Kaya Karena Tidak Mengetahuinya
dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berkata,:

"Ada seorang laki-laki berkata,: ˝Aku pasti akan bersedekah˝.
Lalu dia keluar dengan membawa sedekahnya dan ternyata jatuh ke tangan seorang pencuri. Keesokan paginya orang-orang ramai membicarakan bahwa dia telah memberikan sedekahnya kepada seorang pencuri.

Mendengar hal itu orang itu berkata,: ˝Ya Allah segala puji bagi-Mu, aku pasti akan bersedekah lagi˝.
Kemudian dia keluar dengan membawa sedekahnya lalu ternyata jatuh ke tangan seorang pezina. Keesokan paginya orang-orang ramai membicarakan bahwa dia tadi malam memberikan sedekahnya kepada seorang pezina.

Maka orang itu berkata, lagi: ˝Ya Allah segala puji bagiMu, (ternyata sedekahku jatuh) kepada seorang pezina, aku pasti akan bersedekah lagi˝.
Kemudian dia keluar lagi dengan membawa sedekahnya lalu ternyata jatuh ke tangan seorang yang kaya. Keesokan paginya orang-orang kembali ramai membicarakan bahwa dia memberikan sedekahnya kepada seorang yang kaya.

Maka orang itu berkata,: ˝Ya Allah segala puji bagi-Mu, (ternyata sedekahku jatuh) kepada seorang pencuri, pezina, dan orang kaya˝.

Setelah itu orang tadi bermimpi dan dikatakan padanya: ˝Adapun sedekah kamu kepada pencuri, mudah-mudahan dapat mencegah si pencuri dari perbuatannya, sedangkan sedekah kamu kepada pezina, mudah-mudahan dapat mencegahnya berbuat zina kembali dan sedekah kamu kepada orang yang kaya mudah-mudahan dapat memberikan pelajaran baginya agar menginfakkan harta yang diberikan Allah kepadanya˝."
(Hadits Bukhari No. 1332)

Jika Seseorang Memberikan Sedekah Kepada Anaknya Secara Tidak Sengaja
Ma'an bin Yazid radliallahu 'anhu menceritakan kepadanya, katanya:

Aku, bapakku dan kakekku sudah berbai'at kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam. Aku juga pernah dilamarkan seseorang buatku dan Beliau menikahkanku. Aku juga bersumpah setia (untuk mengembalikan setiap urusanku) kepada Beliau.

Suatu hari bapakku, Yazid mengeluarkan dinar untuk disedekahkan, lalu dia meletakkannya di samping seseorang yang berada di masjid. Kemudian aku datang, aku ambil dan aku bawa kepadanya, lalu bapakku berkata,: "Demi Allah, bukan kamu yang aku tuju".

Lalu masalah ini aku adukan kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, maka Beliau berkata,: "Bagimu apa yang sudah kamu niatkan wahai Yazid, sedangkan bagimu apa yang telah kamu ambil wahai Ma'an".
(Hadits Bukhari No. 1333)

Bersedekah dengan Tangan Kanan
dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda:

"Ada tujuh (golongan orang beriman) yang akan mendapat naungan (perlindungan) dari Allah dibawah naungan-Nya (pada hari kiamat) yang ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.

Yaitu;
(1) Pemimpin yang adil,
(2) seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan ibadah kepada Rabnya,
(3) seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid,
(4) dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah, keduanya bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah,
(5) seorang laki-laki yang diajak berbuat maksiat oleh seorang wanita kaya lagi cantik lalu dia berkata, ˝aku takut kepada Allah˝,
(6) seorang yang bersedekah dengan menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya,
(7) dan seorang laki-laki yang berdzikir kepada Allah dengan mengasingkan diri sendirian hingga kedua matanya basah karena menangis".
(Hadits Bukhari No. 1334)

Bersedekah dengan Tangan Kanan
Haritsah bin Wahab Al Khaza'i radliallahu 'anhu berkata; Aku mendengar Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda:

"Bersedekahlah, karena nanti akan datang kepada kalian suatu zaman yang ketika itu seseorang berjalan dengan membawa sedekahnya lalu seseorang berkata,: ˝Seandainya kamu datang membawanya kemarin pasti aku akan terima. Adapun hari ini aku tidak membutuhkannya lagi˝."
(Hadits Bukhari No. 1335)

Orang Yang Menyuruh Pelayannya untuk Bersedekah namun Bukan Untuk Dirinya
dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda:

"Jika seorang wanita bersedekah dari makanan yang ada di rumah (suami) nya bukan bermaksud menimbulkan kerusakan maka baginya pahala atas apa yang diinfakkan dan bagi suaminya pahala atas apa yang diusahakannya.

Demikian juga bagi seorang penjaga harta/bendahara (akan mendapatkan pahala) dengan tidak dikurangi sedikitpun pahala masing-masing dari mereka".
(Hadits Bukhari No. 1336)

Tidak Ada Kewajiban Bersedekah Melainkan Bagi Orang Yang Kaya
Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam berkata,:

"Sedekah yang paling baik adalah dari orang yang sudah cukup (untuk kebutuhan dirinya). Maka mulailah untuk orang-orang yang menjadi tanggunganmu".
(Hadits Bukhari No. 1337)

Tidak Ada Kewajiban Bersedekah Melainkan Bagi Orang Yang Kaya
dari Hakim bin Hiram radliallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam berkata,:

"Tangan yang diatas lebih baik dari pada tangan yang di bawah, maka mulailah untuk orang-orang yang menjadi tanggunganmu dan sedekah yang paling baik adalah dari orang yang sudah cukup (untuk kebutuhan dirinya).

Maka barangsiapa yang berusaha memelihara dirinya, Allah akan memeliharanya dan barangsiapa yang berusaha mencukupkan dirinya maka Allah akan mencukupkannya".
(Hadits Bukhari No. 1338)

Tidak Ada Kewajiban Bersedekah Melainkan Bagi Orang Yang Kaya
dari 'Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhua

bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda ketika berada di atas mimbar, diantaranya Beliau menyebut tentang sedekah dan masalah tangan yang diatas lebih baik dari pada tangan yang di bawah.

Tangan yang diatas adalah yang memberi (mengeluarkan infak) sedangkan tangan yang di bawah adalah yang meminta".
(Hadits Bukhari No. 1339)

Orang Yang Suka Menyegerakan Mengeluarkan Sedekah (Zakat) Sebelum Tiba Waktunya
dari Ibnu Abu Mulaikah bahwa 'Uqbah bin Al Harits radliallahu 'anhu menceritakan kepadanya, katanya:

Nabi Shallallahu'alaihiwasallam shalat 'Ashar berjama'ah bersama kami. Tiba-tiba Beliau dengan tergesa-gesa memasuki rumah. Tidak lama kemudian Beliau keluar, dan aku bertanya atau dikatakan kepada Beliau tentang ketergesaannya itu.

Maka Beliau berkata,: "Aku tinggalkan dalam rumah sebatang emas dari harta sedekah. Aku tidak mau bila sampai bermalam, maka aku bagi-bagikan".
(Hadits Bukhari No. 1340)

Anjuran Gemar Bersedekah dan Janji Syafa'at Yang Ada Padanya
dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata;

"Nabi Shallallahu'alaihiwasallam keluar pada hari Ied lalu shalat dua raka'at dan Beliau tidak shalat lain sebelum maupun sesudahnya, kemudian Beliau mendatangi jama'ah wanita bersama Bilal, lalu Beliau memberikan nasehat dan memerintahkan mereka untuk bersedekah. Maka diantara mereka ada yang memberikan gelang dan antingnya".
(Hadits Bukhari No. 1341)

Anjuran Gemar Bersedekah dan Janji Syafa'at Yang Ada Padanya
Abu Burdah bin Musa dari bapaknya radliallahu 'anhu berkata;

Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam jika datang kepadanya seorang yang meminta atau memerlukan sesuatu Beliau bersabda:

"Penuhilah oleh kalian, nanti kalian akan diberikan pahala, sedangkan Allah pasti akan menetapkan apa yang dikehendaki-Nya melalui lisan Nabi-Nya".
(Hadits Bukhari No. 1342)

Anjuran Gemar Bersedekah dan Janji Syafa'at Yang Ada Padanya
dari Asma' radliallahu 'anha berkata; Nabi Shallallahu'alaihiwasallam berkata, kepadaku:

"Janganlah kamu tahan tanganmu dari berinfak karena takut miskin, sebab nanti Allah menyempitkan reziki bagimu".

Jalur Lain
Beliau Shallallahu'alaihiwasallam berkata,: "Janganlah kamu menghitung-hitung untuk bersedekah karena takut miskin, sebab nanti Allah menyempitkan rezeki bagimu".
(Hadits Bukhari No. 1343)

Bersedekah Sesuai Kemampuan
dari Asma' binti Abu Bakar radliallahu 'anhuma bahwa dia menemui Nabi Shallallahu'alaihiwasallam lalu Beliau bersabda:

"Janganlah kamu berkarung-karung (kamu kumpulkan harta dalam karung lalu kamu kikir untuk menginfakkannya) sebab Allah akan menyempitkan rezeki bagimu dan berinfaklah dengan ringan sebatas kemampuanmu".
(Hadits Bukhari No. 1344)

Sedekah Dapat Menghapuskan Dosa
dari Hudzaifah radliallahu 'anhu berkata;

Pada suatu hari 'Umar radliallahu 'anhu berkata,: "Siapa diantara kalian yang masih hafal hadits Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam tentang masalah fitnah?"

Hudzaifah berkata,: "Aku, masih hafal sebagaimana disabdakan Beliau".

'Umar berkata,: "Apakah kamu bersama Beliau saat itu atau hanya mendengar sabda Beliau? Dan bagaimana yang disabdakannya?".

Aku berkata,: "Yaitu suatu fitnah seseorang dalam keluarganya, harta, anak dan tetangganya. Fitnah itu akan terhapus oleh shalat, shaum. sedekah dan berbuat kebaikan (ma'ruf)".

Berkata, Sulaiman; "Dia mengatakan shalat, shaum. sedekah dan amar ma'ruf dan nahiy munkar".

Lalu 'Umar berkata,: "Bukan itu yang aku mau. Tapi fitnah yang meluas seperti melubernya air lautan."

Hudzaifah berkata,: "Kalau begitu baiklah, tidak masalah buat anda wahai Amirul Mu'minin. Sesungguhnya antara engkau dan fitnah itu ada satu pintu yang tertutup".

'Umar bertanya: "Pintu tersebut harus didobrak atau langsung bisa dibuka?."

Hudzaifah berkata,: "Tidak, akan tetapi dia pintu yang harus didobrak".

'Umar berkata,: "Kalau begitu bila pintu itu harus didobrak berarti tidak akan bisa ditutup selamanya"

Aku berkata; "Benar apa katamu. Maka persilakanlah kami untuk bertanya kepadanya tentang maksud pintu tersebut."

Maka kami berkata, kepada (Masruq): "Tanyakanlah!".
Dia berkata,: "Maka dia berkata, kepadanya."
Maka 'Umar radliallahu 'anhu pun berkata,.
Dia berkata,: Maka kami berkata,: "Apakah 'Umar mengerti siapa yang dimaksud dengannya".

Hudzaifah berkata,: "Ya, dia mengerti. Sebagaimana mengertinya dia bahwa setelah besok pasti ada malam hari. Dan yang demikian itu karena aku menceritakan kepadanya suatu hadits yang tidak ada kerancuannya."
(Hadits Bukhari No. 1345)

Orang Yang Bersedekah Ketika Masih Musyrik lalu Masuk Islam
dari Hakim bin Hiram radliallahu 'anhu berkata;

Aku berkata,: "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu, saat masih di zaman Jahiliyah aku sering beribadah mendekatkan diri dengan cara bersedekah, membebaskan budak dan juga menyambung silaturrahim, apakah dari itu semuanya aku akan mendapatkan pahala?".

Maka Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Kamu akan menerima dari kebaikan yang dahulu kamu lakukan".
(Hadits Bukhari No. 1346)

Pahala Bagi Pelayan Yang Bersedekah (dari Harta Tuannya) Atas Anjuran Temannya Bukan Dengan Tujuan Kerusakan
dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda:

"Jika seorang wanita bersedekah dari makanan suaminya dan bukan bermaksud menimbulkan kerusakan maka baginya pahala atas apa yang diinfakkan, dan bagi suaminya pahala atas apa yang diusahakannya. Demikian juga bagi seorang penjaga harta/bendahara (akan mendapatkan pahala)".
(Hadits Bukhari No. 1347)

Pahala Bagi Pelayan Yang Bersedekah (dari Harta Tuannya) Atas Anjuran Temannya Bukan Dengan Tujuan Kerusakan
dari Abu Musa dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda:

"Seorang bendahara muslim yang amanah adalah orang yang melaksanakan tugasnya (dengan baik)".

Dan seolah Beliau bersabda: "Dia melaksanakan apa yang diperintahkan kepadanya dengan sempurna dan jujur serta memiliki jiwa yang baik, dia mengeluarkannya (sedekah) kepada orang yang berhak sebagaimana diperintahkan adalah termasuk salah satu dari Al Mutashaddiqin".
(Hadits Bukhari No. 1348)

Pahala Bagi Istri Yang Bersedekah atau Memberi Makan Orang Lain dari Harta Suaminya Bukan Dengan Tujuan Kerusakan
dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata; Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda:

"Jika seorang wanita (isteri) memberikan makanan dari makanan rumah suaminya dan bukan bermaksud menimbulkan kerusakan maka baginya pahala atas apa yang diinfakkan dan bagi suaminya dan juga bagi seorang penjaga harta/bendahara, akan mendapatkan pahala dari apa yang diusahakannya dan bagi isterinya pahala dari apa yang diinfakkannya".
(Hadits Bukhari No. 1349)

Pahala Bagi Istri Yang Bersedekah atau Memberi Makan Orang Lain dari Harta Suaminya Bukan Dengan Tujuan Kerusakan
dari 'Aisyah radliallahu 'anha dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam berkata,:

"Jika seorang wanita (isteri) berinfak dari makanan rumahnya dan bukan bermaksud menimbulkan kerusakan maka baginya pahala dan bagi suaminya (pahala) dari yang diusahakannya dan juga bagi seorang penjaga harta/bendahara akan mendapatkan pahala seperti itu".
(Hadits Bukhari No. 1350)

Firmam Allah "Adapun orang yang memberikan (hartanya) dan bertaqwa serta membenarkan balasan yang terbaik (Surga)…."
dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda:

"Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun (datang) dua malaikat kepadanya lalu salah satunya berkata; ˝Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya˝,

sedangkan yang satunya lagi berkata; ˝Ya Allah berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya (bakhil)˝."
(Hadits Bukhari No. 1351)

Perumpamaan Orang Yang Dermawan dan Orang Yang Bakhil (Pelit)
dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda:

"Perumpamaan orang bakhil dengan orang yang bersedekah seperti dua orang yang masing-masing mengenakan baju jubah terbuat dari besi".

Jalur Lain
Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda:

"Perumpamaan bakhil (orang pelit bersedekah) dengan munfiq (orang yang suka berinfak) seperti dua orang yang masing-masing mengenakan baju jubah terbuat dari besi yang hanya menutupi buah dada hingga tulang selangka keduanya.

Adapun orang yang suka berinfak, tidaklah dia berinfak melainkan bajunya akan melonggar atau menjauh dari kulitnya hingga akhirnya menutupi seluruh badannya sampai kepada ujung kakinya.

Sedangkan orang yang bakhil (pelit), setiap kali dia tidak mau berinfak dengan suatu apapun maka baju besinya akan menyempit sehingga menempel ketat pada setiap kulitnya dan ketika dia mencoba untuk melonggarkannya maka dia tidak dapat melonggarkannya".
(Hadits Bukhari No. 1352)

Bagi Setiap Muslim Wajib Bersedekah, Apabila Tidak Memiliki Harta Maka Dengan Berbuat Ma'ruf (Kebaikan)
Sa'id bin Abu Burdah dari bapaknya dari kakeknya dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda:

"Wajib bagi setiap muslim bersedekah".

Mereka (para sahabat) bertanya: "Wahai Nabi Allah, bagaimana kalau ada yang tidak sanggup?".

Beliau menjawab: "Dia bekerja dengan tangannya sehingga bermanfaat bagi dirinya lalu dia bersedekah".

Mereka bertanya lagi: "Bagaimana kalau tidak sanggup juga?".

Beliau menjawab: "Dia membantu orang yang sangat memerlukan bantuan".

Mereka bertanya lagi: "Bagaimana kalau tidak sanggup juga?".

Beliau menjawab: "Hendaklah dia berbuat kebaikan (ma'ruf) dan menahan diri dari keburukan karena yang demikian itu berarti sedekah baginya".
(Hadits Bukhari No. 1353)

TerPopuler