Bangkapost – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan membekali warga binaan dengan pemahaman Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui Program Pendidikan Kesetaraan Paket B dengan materi Menghadirkan Salat sebagai bagian dari pembinaan kepribadian. Sebanyak 18 orang warga binaan mengikuti pembelajaran yang berlangsung di Ruang Belajar Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Senin (03/08/2026).
Pembelajaran tersebut menghadirkan petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Ardian, sebagai tutor Program Pendidikan Kesetaraan Paket B yang merupakan perpanjangan tangan dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Annisa Kecamatan Karang Intan. Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi dalam memberikan akses pendidikan sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Pada pembelajaran PAI kali ini, Ardian menyampaikan materi mengenai Menghadirkan Salat yang mengajak peserta didik memahami bahwa salat bukan hanya sekadar rangkaian gerakan dan bacaan, tetapi juga menghadirkan kesadaran hati, kekhusyukan, dan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui materi tersebut, warga binaan diajak memahami makna salat sebagai bentuk hubungan seorang hamba dengan Allah SWT sekaligus sebagai sarana membangun kedisiplinan, ketenangan jiwa, dan pengendalian diri. Tutor juga menekankan pentingnya menghadirkan nilai-nilai salat dalam setiap perilaku, baik selama menjalani pembinaan di dalam Lapas maupun ketika kembali ke tengah masyarakat.
Proses pembelajaran berlangsung secara interaktif dengan memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan berbagi pengalaman mengenai penerapan nilai-nilai salat dalam kehidupan sehari-hari. Metode tersebut diterapkan agar peserta didik tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu menghayati dan menerapkannya dalam membentuk perilaku yang lebih baik.
Tutor Program Pendidikan Kesetaraan Paket B Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Ardian, menyampaikan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam membangun karakter dan memperkuat nilai spiritual warga binaan.
“Melalui materi Menghadirkan Salat, kami ingin mengajak warga binaan memahami bahwa salat bukan hanya kewajiban yang dilaksanakan secara fisik, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kesadaran diri, melatih kedisiplinan, serta menghadirkan nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, pemahaman ini dapat memberikan perubahan positif dalam sikap dan perilaku mereka,” ujar Ardian.
Salah satu peserta Program Pendidikan Kesetaraan Paket B, warga binaan berinisial SD, menyampaikan bahwa pembelajaran PAI memberikan pemahaman baru mengenai makna salat dan penerapannya dalam kehidupan.
“Materi hari ini membantu kami memahami bahwa salat memiliki makna yang lebih luas, bukan hanya tentang gerakan dan bacaan, tetapi juga bagaimana kami memperbaiki diri dan menerapkan nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran ini memberikan motivasi bagi kami untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar SD.
Pelaksanaan Program Pendidikan Kesetaraan Paket B menjadi bagian dari komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam memberikan pembinaan yang menyentuh aspek pendidikan dan kepribadian warga binaan. Melalui pembelajaran agama, warga binaan memperoleh kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan, memperkuat karakter, serta membangun kesiapan diri dalam menjalani proses reintegrasi sosial.
Melalui kerja sama dengan PKBM Annisa Kecamatan Karang Intan, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus mendukung penyelenggaraan pendidikan kesetaraan sebagai bentuk pemenuhan hak warga binaan untuk memperoleh pendidikan selama menjalani masa pembinaan. Pembelajaran yang berkelanjutan diharapkan mampu menjadi bekal bagi warga binaan dalam membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.
