Bangkapost – Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus menunjukkan hasil positif. Sebanyak 40 pcs selada hidroponik berhasil dipanen oleh Warga Binaan sebagai bagian dari kegiatan budidaya pertanian modern yang dilaksanakan di lingkungan Lapas, Senin (10/08).
Kegiatan panen menjadi bagian dari rangkaian budidaya yang sebelumnya telah dilakukan oleh Warga Binaan dengan pendampingan petugas Seksi Kegiatan Kerja (Giatja). Mulai dari proses penyemaian, pemindahan bibit, pemberian nutrisi, hingga perawatan tanaman dilakukan secara bertahap dan membutuhkan ketelitian serta konsistensi.
Tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, kegiatan hidroponik menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan yang dapat dikembangkan setelah menyelesaikan masa pidana. Setiap proses mengajarkan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta ketekunan dalam menghasilkan produk pertanian yang berkualitas.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, mengapresiasi keterlibatan Warga Binaan dalam mengembangkan budidaya hidroponik secara berkelanjutan.
“Panen 40 pcs selada ini menjadi salah satu hasil nyata dari pembinaan kemandirian yang terus kami dorong. Yang terpenting bukan hanya hasil panennya, tetapi keterampilan dan pengalaman yang diperoleh Warga Binaan selama mengikuti proses budidaya. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi bekal yang bermanfaat ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Doni.
Salah seorang Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan budidaya mengaku senang dapat mengikuti proses hingga tahap panen. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus belajar.
“Saya senang bisa ikut merawat tanaman sampai akhirnya bisa dipanen. Dari kegiatan ini saya belajar bahwa merawat tanaman membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Semoga keterampilan yang didapat bisa saya gunakan setelah kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Panen 40 pcs selada hidroponik menjadi salah satu bukti bahwa pembinaan kemandirian dapat diarahkan pada kegiatan yang produktif sekaligus memberikan pengalaman praktis bagi Warga Binaan. Lapas Kelas IIA Kotabaru terus berupaya mengembangkan berbagai kegiatan kerja yang dapat meningkatkan keterampilan dan menumbuhkan kemandirian sebagai bekal menuju kehidupan yang lebih produktif setelah kembali ke tengah masyarakat.
