Bangkapost – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Amuntai terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian. Pada Jumat (28/8/2026), warga binaan kembali melaksanakan panen kangkung sebanyak 22 kilogram dari lahan pertanian yang dikelola sebagai bagian dari kegiatan pembinaan produktif.
Panen dilakukan oleh warga binaan dengan pendampingan petugas. Kangkung yang telah memasuki masa panen dipetik, dikumpulkan, dibersihkan, dan ditimbang sebelum dimanfaatkan lebih lanjut. Hasil sebanyak 22 kilogram tersebut menjadi bukti keberlanjutan kegiatan pertanian yang dilaksanakan di lingkungan Lapas Amuntai.
Kepala Lapas Kelas IIB Amuntai, Gusti Iskandarsyah, mengatakan kegiatan pertanian tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi sarana membangun keterampilan, kedisiplinan, dan etos kerja warga binaan.
“Melalui kegiatan pertanian, warga binaan belajar bagaimana mengelola tanaman mulai dari proses penanaman, perawatan hingga panen. Kami berharap keterampilan ini dapat menjadi bekal yang bermanfaat dan dapat dikembangkan setelah mereka kembali ke masyarakat,” ungkap Gusti.
Selain mendukung pembinaan kemandirian, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Lapas Amuntai dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan secara produktif.
Keterlibatan warga binaan dalam setiap tahapan memberikan pengalaman kerja secara langsung sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kegiatan yang dipercayakan kepada mereka.
Dengan panen 22 kilogram kangkung kali ini, Lapas Amuntai berkomitmen untuk terus mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu kegiatan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan bernilai ekonomis.
Dari lahan pembinaan, tumbuh keterampilan, produktivitas, dan harapan baru bagi warga binaan.
