Asah Kreativitas, Warga Binaan Lapas Kotabaru Produksi Miniatur Rumah Adat untuk Pawai Kemerdekaan -->

Asah Kreativitas, Warga Binaan Lapas Kotabaru Produksi Miniatur Rumah Adat untuk Pawai Kemerdekaan

15 Agustus 2026, 14:28

Bangkapost – Kreativitas Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus dikembangkan melalui kegiatan pembinaan kemandirian. Salah satunya diwujudkan dengan pembuatan kerajinan miniatur rumah adat Pura dan Tongkonan yang dipersiapkan untuk ditampilkan dalam rangkaian pawai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (14/08).

Kerajinan tersebut dibuat oleh Warga Binaan dengan mengandalkan keterampilan dan kreativitas yang mereka miliki. Proses pembuatannya dilakukan secara bertahap, mulai dari menyiapkan bahan, mengukur dan memotong bagian-bagian bangunan, merakit rangka, hingga memberikan sentuhan akhir agar miniatur rumah adat terlihat lebih menarik dan memiliki nilai estetika.

Pembuatan miniatur rumah adat tersebut tidak hanya dipersiapkan untuk memeriahkan pawai Agustus, tetapi juga menjadi bagian dari kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi. Sejumlah miniatur bahkan dibuat berdasarkan pesanan, sehingga Warga Binaan mendapatkan pengalaman dalam mengerjakan produk sesuai kebutuhan dan permintaan pelanggan.

Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, mengatakan bahwa kegiatan kerajinan menjadi salah satu bentuk pembinaan yang mendorong Warga Binaan untuk terus mengembangkan kreativitas dan keterampilan.

“Kerajinan miniatur rumah adat ini menunjukkan bahwa Warga Binaan memiliki kreativitas yang dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang bernilai. Selain untuk mendukung kegiatan pawai kemerdekaan, adanya pesanan juga memberikan pengalaman kepada mereka bagaimana menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Doni.

Salah seorang Warga Binaan, S, yang terlibat dalam pembuatan kerajinan mengaku senang dapat mengembangkan keterampilannya melalui kegiatan tersebut.

“Awalnya kami membuat untuk persiapan pawai, tetapi ternyata ada juga yang memesan. Kami jadi semakin semangat untuk membuatnya dengan rapi dan sesuai permintaan. Kegiatan ini memberikan pengalaman baru dan bisa menjadi bekal keterampilan setelah kembali ke masyarakat,” ungkapnya.

Melalui pengembangan kerajinan miniatur rumah adat, Lapas Kelas IIA Kotabaru terus menghadirkan pembinaan yang produktif dan kreatif. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan karya yang dapat ditampilkan dalam momentum kemerdekaan, tetapi juga membuka peluang ekonomi serta menumbuhkan kepercayaan diri dan kemandirian Warga Binaan sebagai bekal untuk menjalani kehidupan setelah selesai menjalani masa pidana.

TerPopuler