Bangkapost – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong kembali melaksanakan kegiatan panen kangkung di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) PASTARUNG pada Jumat (17/07). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan Lapas.
Panen dilakukan bersama petugas dan warga binaan yang selama ini aktif mengelola lahan pertanian SAE PASTARUNG. Kangkung yang dipanen merupakan hasil budidaya yang dirawat secara rutin mulai dari proses pengolahan lahan, penanaman, hingga pemeliharaan, sehingga menghasilkan sayuran yang segar dan berkualitas.
Hasil panen tersebut selanjutnya akan dijual kembali kepada dapur Lapas Kelas IIA Tenggarong untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan sehari-hari. Langkah ini menjadi bentuk optimalisasi hasil pembinaan kemandirian sekaligus menciptakan siklus pemanfaatan hasil pertanian yang berkelanjutan di dalam lingkungan pemasyarakatan.
Selain memberikan manfaat secara ekonomi, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan dalam meningkatkan keterampilan di bidang pertanian. Diharapkan, bekal keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pembinaan dapat menjadi modal positif ketika kembali ke tengah masyarakat.
Program pertanian di SAE PASTARUNG merupakan salah satu implementasi pembinaan berbasis produktivitas yang terus dikembangkan oleh Lapas Kelas IIA Tenggarong. Melalui berbagai kegiatan kemandirian, warga binaan didorong untuk tetap produktif, memiliki keterampilan, serta menumbuhkan semangat bekerja secara mandiri.
Lapas Kelas IIA Tenggarong berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan yang berdampak nyata, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan produktif di SAE PASTARUNG.
