Bangkapost - Langkah sederhana penuh makna diwujudkan melalui kegiatan Jumat Berkah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Setelah melaksanakan Salat Jumat berjamaah di Masjid At-Taubah, petugas Lapas membagikan makanan kepada warga binaan sebagai bentuk kepedulian dan upaya membangun hubungan yang harmonis selama proses pembinaan, Jumat (31/07/2026).
Kegiatan Jumat Berkah menjadi salah satu bentuk pembinaan yang menghadirkan nilai kemanusiaan melalui tindakan sederhana namun memiliki makna positif. Tidak hanya membagikan makanan, petugas juga berinteraksi secara langsung dengan warga binaan dalam suasana penuh keakraban. Momen tersebut menjadi sarana memperkuat komunikasi, membangun rasa saling menghargai, serta menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih humanis.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Petugas secara langsung membagikan makanan kepada warga binaan di lingkungan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Warga binaan menyambut kegiatan tersebut dengan antusias dan penuh rasa syukur, sehingga tercipta suasana kebersamaan yang mencerminkan hubungan positif antara petugas dan warga binaan.
Melalui Jumat Berkah, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan tidak hanya menghadirkan kegiatan berbagi, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian, empati, dan rasa kekeluargaan sebagai bagian dari proses pembinaan. Pendekatan humanis tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman, nyaman, serta mendukung perubahan positif bagi warga binaan.
Petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yudi Krisgiyantoro, menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Berkah menjadi momentum untuk menghadirkan kepedulian dan memperkuat hubungan baik antara petugas dengan warga binaan.
“Jumat Berkah ini merupakan bentuk kepedulian sederhana yang kami hadirkan untuk warga binaan. Melalui kegiatan berbagi seperti ini, kami ingin membangun kebersamaan, mempererat hubungan, dan menciptakan suasana pembinaan yang penuh dengan rasa saling menghargai serta kepedulian,” ujar Yudi.
Menurutnya, proses pembinaan di Lapas tidak hanya dilakukan melalui program pendidikan, keterampilan, maupun pembinaan kepribadian, tetapi juga melalui penerapan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari. Sikap peduli, berbagi, dan menghormati sesama menjadi bagian penting dalam membangun karakter warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
“Hal sederhana seperti berbagi makanan dapat menjadi pengingat bahwa kepedulian dan kebaikan dapat tumbuh dari lingkungan sekitar. Kami berharap kegiatan positif ini dapat memberikan motivasi kepada warga binaan untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” tambah Yudi.
Melalui kegiatan Jumat Berkah, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus memperkuat pelaksanaan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga mengedepankan nilai kemanusiaan. Kepedulian yang diwujudkan melalui kegiatan berbagi menjadi langkah sederhana untuk menciptakan hubungan yang harmonis serta mendukung keberhasilan proses pembinaan warga binaan.
Semangat berbagi yang terus dihadirkan menjadi bukti bahwa perubahan positif dapat dimulai dari tindakan kecil yang penuh makna. Dengan menumbuhkan kepedulian, kebersamaan, dan rasa saling menghargai, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan berkomitmen menghadirkan pembinaan yang humanis serta mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
