Bangkapost – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Rantau kembali melaksanakan kegiatan Pembinaan Kemandirian (UMKM) melalui pembuatan Keripik Singkong RuRa, Kamis (02/07). Kegiatan ini diikuti oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang tergabung sebagai pekerja dalam program pembinaan kemandirian dengan pendampingan dan pengawasan langsung dari petugas. Program tersebut merupakan implementasi nyata dalam mendukung 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), khususnya dalam menciptakan warga binaan yang produktif, terampil, dan siap kembali ke masyarakat.
Dalam proses produksinya, para warga binaan dibimbing mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengupasan dan pengirisan singkong, pengolahan, penggorengan, hingga pengemasan produk Keripik Singkong RuRa. Seluruh tahapan dilakukan sesuai standar yang telah ditetapkan agar menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki daya saing. Selain mengembangkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga menanamkan nilai disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan etos kerja kepada setiap warga binaan.
Kepala Rutan Kelas IIB Rantau, Renaldi Hutagalung, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan warga binaan. "Kami ingin setiap warga binaan memperoleh keterampilan yang benar-benar bermanfaat dan bernilai ekonomis. Melalui program UMKM seperti Keripik Singkong RuRa, mereka tidak hanya belajar proses produksi, tetapi juga memahami pentingnya kualitas, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam bekerja. Hal ini sejalan dengan pelaksanaan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan," ujar Renaldi.
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Darmawan Saputra, menyampaikan bahwa program pembinaan kemandirian terus dikembangkan agar mampu memberikan pengalaman kerja yang nyata kepada warga binaan. "Kami berharap setiap warga binaan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri. Keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan diharapkan menjadi bekal dalam membangun kehidupan yang lebih mandiri dan produktif setelah bebas nanti," ungkap Darmawan.
Pegawai yang mengawasi kegiatan, Noorhikmah, menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan proses produksi berjalan dengan baik dan sesuai prosedur. "Kami mendampingi warga binaan pada setiap tahapan produksi agar mereka memahami teknik yang benar sekaligus menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Selain menghasilkan produk yang layak dipasarkan, kegiatan ini juga bertujuan membentuk karakter warga binaan yang disiplin, teliti, dan bertanggung jawab," tutur Noorhikmah. Melalui pembinaan kemandirian ini, Rutan Kelas IIB Rantau terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan keterampilan serta kemandirian warga binaan.
