Bangkapost — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus mengembangkan pembinaan kemandirian berbasis keterampilan produktif melalui kegiatan daur ulang karung bekas menjadi wadah pupuk kompos yang dikerjakan oleh warga binaan, Rabu (03/06). Kegiatan tersebut dilakukan untuk memenuhi permintaan sebanyak 50 unit wadah pupuk kompos dari PT Guthrie sebagai bentuk kepercayaan terhadap hasil karya pembinaan warga binaan.
Produksi dilaksanakan di area kegiatan kerja Lapas Kotabaru dengan melibatkan warga binaan secara aktif dalam proses pemilahan bahan, pemotongan, penjahitan, hingga penyelesaian akhir produk agar memiliki kualitas yang baik dan siap digunakan. Seluruh proses dilakukan di bawah pendampingan petugas sebagai bagian dari pembinaan keterampilan kerja yang diarahkan untuk meningkatkan kreativitas, produktivitas, serta kemampuan teknis warga binaan.
Pemanfaatan karung bekas menjadi wadah pupuk kompos tidak hanya menjadi sarana pelatihan keterampilan, tetapi juga mencerminkan upaya mendukung prinsip pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan melalui konsep daur ulang dan pemanfaatan kembali bahan yang masih memiliki nilai guna. Selain itu, kegiatan tersebut memberikan pengalaman nyata kepada warga binaan dalam menghasilkan produk sesuai kebutuhan pasar dan permintaan mitra kerja.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan berbasis produksi menjadi salah satu strategi untuk membangun kemandirian warga binaan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap hasil pembinaan pemasyarakatan.
“Melalui kegiatan daur ulang karung menjadi wadah pupuk kompos ini, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan kerja, tetapi juga belajar mengenai kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, dan produktivitas. Kepercayaan dari pihak luar seperti PT Guthrie menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas hasil pembinaan,” ujar Doni.
Salah satu warga binaan berinisial A mengaku senang dapat terlibat langsung dalam proses produksi karena memberikan pengalaman baru dan keterampilan yang bermanfaat.
“Kami belajar bagaimana mengolah bahan bekas menjadi produk yang berguna dan memiliki nilai manfaat. Rasanya bangga karena hasil kerja kami dipakai dan dipercaya oleh pihak luar,” ungkapnya.
Melalui kegiatan pembinaan seperti ini, Lapas Kotabaru terus menunjukkan komitmennya menghadirkan pembinaan yang produktif, kreatif, dan berkelanjutan guna membentuk warga binaan yang lebih mandiri, terampil, serta siap berkontribusi positif saat kembali ke tengah masyarakat.
