Jaga Kualitas Produk, Warga Binaan Lapas Kotabaru Laksanakan Proses Pengeringan Kain Sasirangan -->

Jaga Kualitas Produk, Warga Binaan Lapas Kotabaru Laksanakan Proses Pengeringan Kain Sasirangan

13 Juni 2026, 17:37

Bangkapost — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus mengembangkan program pembinaan kemandirian melalui produksi kain sasirangan sebagai salah satu produk unggulan kegiatan kerja (Giatja). Pada proses produksi kali ini, warga binaan melaksanakan tahapan pengeringan kain sasirangan setelah melalui proses pewarnaan, Selasa (09/06).

Kegiatan dilaksanakan di area pembinaan kerja Lapas Kotabaru dengan melibatkan warga binaan yang secara aktif mengikuti seluruh tahapan produksi di bawah pendampingan petugas. Setelah proses pewarnaan selesai dilakukan, kain sasirangan dijemur dan dikeringkan dengan metode yang tepat guna menjaga kualitas warna, ketahanan kain, serta menghasilkan produk yang siap memasuki tahapan akhir produksi.

Proses pengeringan menjadi salah satu tahapan penting dalam pembuatan sasirangan karena berpengaruh terhadap hasil akhir motif dan warna kain. Warga binaan diajarkan cara menata, menjemur, dan memantau proses pengeringan agar warna dapat meresap dengan baik serta menghasilkan kain sasirangan yang berkualitas dan memiliki nilai jual.

Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga melatih kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, dan kesabaran warga binaan selama mengikuti program pembinaan. Melalui keterlibatan langsung dalam setiap proses produksi, warga binaan memperoleh pengalaman praktis yang dapat menjadi bekal keterampilan setelah kembali ke masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, menyampaikan bahwa pembinaan sasirangan merupakan salah satu program unggulan yang tidak hanya memberikan keterampilan kerja, tetapi juga mendukung pelestarian budaya lokal Kalimantan Selatan.

“Setiap tahapan produksi sasirangan memiliki nilai pembelajaran tersendiri, termasuk proses pengeringan setelah pewarnaan. Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya belajar menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga ikut melestarikan warisan budaya daerah yang memiliki nilai ekonomi dan potensi usaha yang baik,” ujar Doni.

Salah seorang warga binaan yang mengikuti kegiatan mengaku mendapatkan banyak pengalaman selama terlibat dalam proses produksi sasirangan.

“Kami belajar mulai dari proses awal sampai tahap pengeringan. Kegiatan ini mengajarkan ketelitian dan kesabaran karena setiap tahapan harus dilakukan dengan benar agar hasilnya bagus,” ungkapnya.

Melalui pembinaan keterampilan sasirangan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Lapas Kotabaru terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang produktif, edukatif, dan bernilai ekonomi guna mendukung kemandirian serta kesiapan reintegrasi sosial warga binaan di tengah masyarakat.

TerPopuler