Bangkapost — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan bersama rombongan melaksanakan peninjauan program budidaya hidroponik di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru, Selasa (19/5). Kegiatan tersebut didampingi langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, beserta jajaran pejabat struktural.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala Kantor Wilayah meninjau area pertanian hidroponik yang dikelola oleh Warga Binaan bersama jajaran Seksi Kegiatan Kerja. Meski berada di area dengan keterbatasan lahan, Lapas Kotabaru mampu mengoptimalkan ruang yang tersedia menjadi sarana pembinaan produktif melalui budidaya sayur hidroponik.
Program ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang mengajarkan keterampilan pertanian modern kepada Warga Binaan, mulai dari proses penyemaian, perawatan tanaman, hingga panen.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah turut melakukan panen selada secara langsung sebagai bentuk apresiasi atas hasil kerja dan kreativitas Warga Binaan dalam mengembangkan pertanian hidroponik di lingkungan Lapas.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, Mulyadi, menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan Lapas Kotabaru dalam memanfaatkan lahan terbatas menjadi area produktif.
“Meski memiliki keterbatasan ruang, Lapas Kotabaru mampu menghadirkan program pembinaan yang inovatif dan produktif. Hidroponik ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan hambatan untuk terus berkarya dan berdaya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa program seperti ini perlu terus dikembangkan karena tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memberikan bekal keterampilan bagi Warga Binaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, menjelaskan bahwa budidaya hidroponik menjadi salah satu program unggulan pembinaan kemandirian yang terus diperkuat.
“Kami berupaya memaksimalkan potensi yang ada, termasuk lahan terbatas, menjadi sarana pembelajaran produktif bagi Warga Binaan. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi bekal usaha setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujar Doni.
Suasana penuh antusias terlihat saat panen berlangsung. Kegiatan ini sekaligus menjadi motivasi bagi Warga Binaan untuk terus aktif mengikuti program pembinaan dan mengembangkan keterampilan yang bermanfaat.
Melalui program hidroponik ini, Lapas Kotabaru terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang inovatif, produktif, dan berdampak nyata, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan penguatan kemandirian Warga Binaan.
