Bangkapost — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus memperkuat pembinaan kepribadian Warga Binaan melalui kegiatan rohani sebagai bagian penting dalam proses pemasyarakatan. Pada Kamis (16/4), Warga Binaan Nasrani mengikuti ibadah bersama di Gereja Imanuel Lapas Kotabaru yang bekerja sama dengan Jaringan Doa se-Kotabaru (JDSE).
Ibadah berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, diisi dengan pujian, penyampaian firman Tuhan, serta doa bersama. Suasana hangat dan damai terasa sepanjang kegiatan, memberikan ketenangan batin serta memperkuat iman Warga Binaan dalam menjalani masa pembinaan.
Kegiatan ini menjadi sarana penting dalam membentuk jati diri yang lebih positif, menumbuhkan harapan, serta meningkatkan kesadaran spiritual. Melalui pembinaan rohani, Warga Binaan diarahkan untuk melakukan refleksi diri, memperbaiki sikap, serta membangun karakter yang lebih baik sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, menegaskan bahwa pembinaan rohani merupakan pilar utama dalam proses pembinaan kepribadian.
“Pembinaan rohani memiliki peran penting dalam membangun kesadaran diri dan memperkuat nilai-nilai spiritual. Kami berharap melalui kegiatan ini, Warga Binaan mampu memperbaiki diri dan memiliki kesiapan mental serta moral saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Jaringan Doa se-Kotabaru (JDSE), Veni Anggraini, menyampaikan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk pelayanan dan kepedulian untuk memberikan penguatan rohani kepada Warga Binaan.
“Kami ingin menghadirkan damai sejahtera dan pengharapan, sehingga Warga Binaan dapat bertumbuh secara rohani dan memiliki semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.
Melalui pembinaan rohani yang konsisten, Lapas Kotabaru berkomitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter, sehingga Warga Binaan mampu berintegrasi kembali ke masyarakat dengan membawa perubahan positif.
