Bangkapost - Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili pada Selasa (17/2) menjadi simbol kebangkitan energi di tengah dinamika pembinaan. Memasuki Tahun Kuda Api yang melambangkan keberanian dan pembaruan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan menjadikan momentum ini sebagai refleksi filosofis bagi warga binaan.
Penyerahan Remisi Khusus Imlek adalah wujud apresiasi negara terhadap warga binaan yang menunjukkan perubahan perilaku signifikan. Satu orang warga binaan penganut agama Konghucu menerima Remisi Khusus hari raya yang di hadiri secara langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono dan Pejabat Struktural serta Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, I Wayan Putu Sutresna lalu dirangkaikan dengan kegiatan persembahyangan bersama tujuh orang warga binaan lainnya di Vihara Lapas Kelas IIA Kerobokan. Kemeriahan semakin terasa dengan adanya pagelaran Barongsai yang melambangkan pengusiran energi negatif dan pembawa keberuntungan. Pemberian remisi dan atraksi budaya ini bukan sekadar seremoni, melainkan instrumen integrasi yang memadukan pemenuhan hak spiritual dengan penghargaan atas ketaatan hukum.
Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Decky Nurmansyah, mendukung kegiatan ini sebagai wujud nyata toleransi. Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono, menegaskan pentingnya penguatan karakter melalui budaya dan religi. "Imlek 2577 Kongzili adalah waktu memperkuat tekad. Kami berharap semangat Kuda Api, filosofi Barongsai, serta remisi ini memacu warga binaan bertransformasi menjadi pribadi bermanfaat," ujar Hudi Ismono. Momen ini mempertegas wajah pemasyarakatan yang humanis, di mana setiap doa dan apresiasi adalah harapan bagi fajar baru yang lebih terang.
