Bangkapost - Rutan Kelas IIB Rantau terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kerja sama sebagai pemasok daun mint untuk salah satu kafe lokal, Jumat (06/02). Program ini merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan di bidang pertanian yang selama ini telah berjalan di lingkungan rutan. Hasil budidaya daun mint yang dirawat langsung oleh warga binaan kini memiliki nilai ekonomis dan dipasarkan secara nyata ke mitra usaha.
Kepala Rutan Kelas IIB Rantau, Renaldi Hutagalung, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam menghadirkan pembinaan yang produktif dan berdampak langsung. “Kami ingin memastikan bahwa pembinaan kemandirian tidak hanya bersifat pelatihan semata, tetapi benar-benar menghasilkan produk yang memiliki daya saing dan nilai jual. Kerja sama pemasokan daun mint ini menjadi bukti bahwa warga binaan mampu berkarya dan menghasilkan produk berkualitas,” ujar Renaldi. Ia menegaskan bahwa program ini juga menjadi bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah bebas nantinya.
Pengelola Pembimbingan Kemandirian, Angga Suma Wijaya, menjelaskan bahwa proses budidaya dilakukan secara terencana mulai dari penanaman, perawatan, hingga panen dengan pengawasan petugas. “Kami membimbing warga binaan agar memahami teknik budidaya yang baik, menjaga kualitas tanaman, serta disiplin dalam proses produksi. Dengan adanya mitra tetap, warga binaan semakin termotivasi karena hasil kerja mereka benar-benar dihargai dan dimanfaatkan,” ungkap Angga.
Kegiatan ini sejalan dengan implementasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan program pembinaan kemandirian, pemberdayaan warga binaan yang produktif, serta peningkatan kualitas pembinaan berbasis keterampilan kerja. Selain itu, kerja sama ini turut mendukung transformasi pemasyarakatan yang lebih berdampak, membangun sinergi dengan pihak ketiga, serta mendorong terciptanya lapas dan rutan yang produktif, transparan, dan akuntabel.
Melalui program pembinaan kemandirian berkelanjutan ini, Rutan Rantau menunjukkan komitmennya dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan kepribadian, tetapi juga pemberdayaan ekonomi. Diharapkan kerja sama ini terus berkembang dan membuka peluang usaha lainnya, sehingga warga binaan memiliki keterampilan nyata, kepercayaan diri, serta kesiapan untuk kembali dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
