Bangkapost — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus mengoptimalkan perawatan tanaman selada sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian berbasis ketahanan pangan, Kamis (26/2). Perawatan yang dilakukan secara rutin dan terarah menjadi faktor penting dalam menjaga mutu serta produktivitas hasil pertanian.
Kegiatan perawatan dilaksanakan secara terjadwal, meliputi penyiraman, pemupukan, pembersihan area tanam, hingga pengawasan terhadap potensi hama. Seluruh proses dilakukan secara konsisten oleh petugas bersama Warga Binaan guna memastikan tanaman tumbuh sehat dan siap panen dengan kualitas yang baik.
Program pertanian ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang memberikan keterampilan praktis kepada Warga Binaan. Selain mendukung ketahanan pangan di lingkungan lapas, kegiatan ini juga membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama.
Kepala Lapas (Kalapas) Kotabaru Doni Handriansyah menegaskan bahwa keberhasilan pertanian sangat ditentukan oleh konsistensi perawatan. “Kami memastikan setiap tahapan perawatan dilakukan dengan baik agar hasil panen tetap berkualitas dan memberikan nilai manfaat, baik bagi pembinaan maupun lingkungan sekitar,” tegasnya.
Salah satu Warga Binaan berinisial AN menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru yang bermanfaat. “Kami belajar bagaimana merawat tanaman secara benar dan menjaga kualitasnya sejak masa tanam hingga panen,” ungkapnya.
Kegiatan ini selaras dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan serta mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam penguatan pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
