Bangkapost — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru kembali memanen 40 ikat selada hidroponik pada Rabu (11/2) sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian berbasis ketahanan pangan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan memanfaatkan lahan terbatas di dalam Lapas secara optimal, produktif, dan berkelanjutan.
Program ini selaras dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan produktif. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga merupakan implementasi dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendorong pembinaan kemandirian dan penguatan program produktif yang bernilai ekonomi.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, menegaskan bahwa keterbatasan sarana bukan menjadi hambatan untuk terus berinovasi.
“Pemanfaatan lahan terbatas dengan metode hidroponik ini menjadi bukti bahwa pembinaan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan hasil nyata. Kami ingin Warga Binaan memiliki keterampilan aplikatif yang dapat menjadi bekal kemandirian saat kembali ke masyarakat,” ujar Doni.
Hasil panen selada tersebut selanjutnya akan dipasarkan melalui toko frozen food yang ada di Kotabaru sebagai bentuk penguatan pemasaran produk pembinaan sekaligus mendukung perputaran ekonomi lokal.
Sementara itu, Warga Binaan berinisial P mengungkapkan rasa bangganya dapat terlibat langsung dalam proses penanaman hingga panen.
“Kami belajar dari awal sampai panen. Walaupun lahannya terbatas, hasilnya tetap bagus dan bisa dijual. Ini menjadi pengalaman berharga dan bekal untuk ke depan,” tuturnya.
Melalui program ini, Lapas Kotabaru terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas serta kemandirian Warga Binaan.
