Bangkapost – Suasana berbeda tampak di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Amuntai pada akhir pekan ini. Para pegawai tidak hanya mengikuti kegiatan jalan santai untuk menjaga kebugaran, tetapi juga memanfaatkan momen tersebut untuk menghafalkan denah kawasan sekitar lapas sebagai langkah antisipasi terhadap potensi pelarian warga binaan.
Kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari upaya peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan petugas dalam menjalankan tugas pengamanan. Dengan menyusuri rute di sekitar tembok dan area penyangga lapas, para pegawai diajak mengenali setiap akses jalan, gang kecil, titik rawan, hingga jalur alternatif yang berpotensi dimanfaatkan jika terjadi situasi darurat.
Kepala Lapas Amuntai, Gusti Iskandarsyah, menjelaskan bahwa penguasaan medan menjadi salah satu faktor penting dalam sistem pengamanan. “Petugas harus memahami betul kondisi lingkungan sekitar. Dengan mengenali denah dan jalur di sekitar lapas, respons terhadap kemungkinan gangguan keamanan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” ujarnya.
Tak hanya berfokus pada aspek keamanan, kegiatan ini juga membawa dampak positif bagi kekompakan internal. Jalan santai yang dilakukan bersama menciptakan suasana kebersamaan yang hangat di antara pegawai lintas bagian. Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung dinilai mampu memperkuat solidaritas dan komunikasi antarpetugas.
Selain menyehatkan tubuh, kegiatan ini menjadi sarana membangun semangat kolektif dan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Para pegawai terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, sembari berdiskusi dan saling berbagi informasi terkait titik-titik strategis di sekitar kawasan lapas.
Melalui inovasi sederhana namun berdampak besar ini, Lapas Amuntai menunjukkan komitmennya dalam menciptakan sistem pengamanan yang adaptif sekaligus membangun budaya kerja yang solid. Jalan santai pun bukan sekadar olahraga, melainkan langkah preventif yang dikemas dalam kebersamaan.
