Bangkapost — Kreativitas dan keterampilan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru kembali ditunjukkan melalui pembuatan miniatur kapal berbahan dasar kayu dalam program pembinaan kemandirian, Selasa (10/2). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembekalan keterampilan produktif yang memiliki nilai ekonomis serta bermanfaat sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
Miniatur kapal yang dibuat dengan detail dan ketelitian tersebut tidak hanya dimanfaatkan sebagai display hasil karya pembinaan, tetapi juga kerap dipesan oleh masyarakat. Proses pembuatannya melibatkan tahapan perancangan, pemotongan kayu, perakitan hingga finishing, yang seluruhnya dilakukan dengan pengawasan petugas serta mengedepankan aspek kualitas.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian merupakan salah satu fokus utama dalam sistem pemasyarakatan yang bertujuan membentuk pribadi yang lebih terampil dan produktif.
“Kami berkomitmen menghadirkan pembinaan yang memberikan manfaat nyata. Pembuatan miniatur kapal ini tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat untuk terus berkarya,” ujar Doni.
Salah satu Warga Binaan berinisial N mengaku bangga dapat terlibat dalam proses pembuatan miniatur kapal tersebut. “Saya merasa senang bisa belajar keterampilan baru. Selain mengisi waktu dengan kegiatan positif, hasil karya kami juga diminati dan memiliki nilai jual. Ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berkembang,” ungkapnya.
Melalui program pembinaan kemandirian tersebut, Lapas Kotabaru terus mendorong Warga Binaan untuk menghasilkan karya yang produktif dan bernilai jual sebagai bekal setelah kembali ke tengah masyarakat. Pembinaan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan disiplin dan tanggung jawab agar mereka siap mandiri serta mampu berkontribusi positif dalam proses reintegrasi sosial.
