Dukung Perhelatan Kejuaraan Surfing Internasional di Nias, Kemenkumham Sulteng: Ajang Bangkitkan Ekonomi dan Promosi Bangga Berwisata di Indonesia

Dukung Perhelatan Kejuaraan Surfing Internasional di Nias, Kemenkumham Sulteng: Ajang Bangkitkan Ekonomi dan Promosi Bangga Berwisata di Indonesia

27 Mei 2024, 07:50
Bangkapost - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Tengah (Kanwil Kemenkumham Sulteng) menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Kejuaraan Surfing Internasional WSL QS 5000 Nias Pro 2024 di Kepulauan Nias, Sumatera Utara, yang akan dilaksanakan pada 8-15 Juni 2024 mendatang.

Dukungan ini disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulteng, Hermansyah Siregar, Senin, (27/5/2024).

"Kami sangat mendukung penyelenggaraan Kejuaraan Surfing Internasional di Nias ini. Kejuaraan ini akan membawa nama baik Indonesia ke kancah internasional,” kata Hermansyah Siregar.

Hermansyah Siregar mengatakan bahwa Kemenkumham Sulteng yang juga Campaign Manager Gerakan Nasional Bangga Berwisata di Indonesia siap membantu panitia penyelenggara dalam promosi kegiatan. 

"Pastinya, kita akan promosi sebaik-baiknya, mengajak masyarakat hingga wisatawan mancanegara yang memiliki ketertarikan terhadap Surfing dapat turut andil dalam perhelatan yang telah empat kali digelar di Nias ini," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H. Laoly juga telah mengutarakan antusias dan dukungannya dalam penyelenggara Kejuaraan Surfing Internasional di Nias.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Liga Selancar Dunia atau World Surf League (WSL) tersebut, kata Yasonna, diharapkan dapat menarik minat para peselancar dan penonton dari seluruh dunia.

Yasonna juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya menyaksikan kejuaraan surfing, tetapi juga menikmati keunikan budaya Nias. 

Tradisi lompat batu dan Tari Perang Nias juga, kata Menkumham tersebut, akan turut ditampilkan guna menghibur dan memperkenalkan warisan budaya yang kaya kepada para pengunjung.

“Jangan lupa saksikan juga keunikan budaya lompat batu dan tari perang yang merupakan warisan budaya dari suku Nias,” ungkap Yasonna.

Dengan ombaknya yang legendaris, Pantai Sorake telah lama menjadi magnet bagi peselancar profesional.

Kejuaraan Surfing Internasional di Nias akan diikuti oleh peselancar dari berbagai negara di dunia. Kejuaraan ini juga diharapkan dapat menjadi ajang promosi wisata bahari di Indonesia.

- Kanwil Kemenkumham Sulteng 

TerPopuler