Mengapa Harga Bitcoin Berbeda Antar Bursa? Ini Penjelasannya
BangkaPost.com - Pernah membandingkan harga Bitcoin di dua bursa kripto dan menemukan angka yang berbeda? Misalnya, harga BTC di satu platform terlihat lebih tinggi dibandingkan di platform lainnya, padahal keduanya diperiksa pada waktu yang hampir bersamaan.
Fenomena ini cukup umum terjadi di pasar kripto. Meski Bitcoin merupakan aset yang sama, harganya tidak selalu identik di setiap bursa. Perbedaan tersebut bisa dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran, likuiditas, volume perdagangan, nilai tukar, hingga biaya transaksi.
Lantas, mengapa harga Bitcoin bisa berbeda antar bursa? Apakah perbedaan ini bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan? Berikut penjelasannya.
Bagaimana Harga Bitcoin Terbentuk?
Sebelum membahas penyebab perbedaan harga Bitcoin, kita perlu memahami bagaimana harga aset kripto ini terbentuk.
Secara sederhana, harga Bitcoin dipengaruhi oleh aktivitas jual beli di pasar. Ketika banyak orang ingin membeli BTC pada harga tertentu, permintaan dapat mendorong harga naik. Sebaliknya, ketika tekanan jual meningkat, harga bisa bergerak turun.
Namun, proses ini berlangsung secara terpisah di setiap bursa kripto.
Setiap platform memiliki kumpulan pembeli dan penjual sendiri, lengkap dengan jumlah pesanan serta harga yang mereka tawarkan. Karena aktivitas perdagangan di satu bursa tidak selalu sama dengan bursa lainnya, harga Bitcoin yang terbentuk pun bisa berbeda.
Artinya, tidak ada satu harga transaksi yang secara otomatis berlaku di seluruh bursa kripto pada setiap saat.
7 Faktor yang Membuat Harga Bitcoin Berbeda Antar Bursa
Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan harga Bitcoin tidak selalu sama di setiap platform perdagangan.
1. Perbedaan permintaan dan penawaran
Faktor pertama adalah perbedaan permintaan dan penawaran di masing-masing bursa.
Bayangkan ada dua bursa kripto, yaitu Bursa A dan Bursa B. Di Bursa A, jumlah pembeli Bitcoin sedang meningkat. Sementara itu, di Bursa B, aktivitas jual beli relatif seimbang.
Kondisi tersebut dapat membuat harga BTC di Bursa A naik lebih cepat dibandingkan di Bursa B.
Hal ini terjadi karena harga terbentuk dari interaksi pembeli dan penjual di masing-masing pasar. Ketika pembeli bersedia membayar lebih tinggi untuk mendapatkan Bitcoin, transaksi dapat terjadi pada harga yang lebih mahal.
Perbedaan aktivitas perdagangan inilah yang menjadi salah satu alasan harga Bitcoin bisa berbeda antar bursa.
2. Likuiditas dan volume perdagangan
Likuiditas adalah kemampuan suatu aset untuk dibeli atau dijual tanpa menyebabkan perubahan harga yang terlalu besar. Semakin tinggi likuiditas, semakin mudah transaksi dilakukan pada harga yang relatif stabil.
Bursa dengan volume perdagangan tinggi umumnya memiliki lebih banyak pembeli dan penjual. Sebaliknya, bursa dengan likuiditas rendah cenderung mengalami perubahan harga lebih besar ketika ada transaksi dalam jumlah besar.
Sebagai contoh, ketika seorang trader membeli Bitcoin dalam jumlah besar di bursa dengan sedikit pesanan jual, ia mungkin harus membeli BTC pada beberapa tingkat harga sekaligus. Akibatnya, harga rata-rata pembeliannya menjadi lebih tinggi.
Saat melihat daftar exchange kripto, perhatikan likuiditas dan volume perdagangan setiap platform. Kedua faktor ini membantu menjelaskan mengapa harga Bitcoin bisa berbeda dan bergerak lebih cepat di satu bursa dibandingkan bursa lainnya.
3. Perbedaan buku pesanan (order book)
Setiap bursa kripto memiliki buku pesanan atau order book. Di dalamnya terdapat daftar pesanan beli (bid) dan pesanan jual (ask) dari para trader.
Pesanan tersebut bisa berada pada berbagai tingkat harga.
Misalnya, di Bursa A tersedia banyak penjual Bitcoin pada harga yang berdekatan. Sementara itu, di Bursa B, jumlah penjual pada tingkat harga tersebut lebih sedikit.
Jika ada pembeli yang ingin melakukan transaksi besar, harga yang harus dibayar di Bursa B mungkin lebih tinggi karena pesanan jual pada harga terendah tidak cukup untuk memenuhi seluruh permintaan.
Dengan demikian, perbedaan struktur order book dapat memengaruhi harga transaksi di setiap bursa, terutama ketika terjadi aktivitas perdagangan dalam jumlah besar.
4. Perbedaan pasangan perdagangan dan nilai tukar
Bitcoin diperdagangkan menggunakan berbagai pasangan mata uang, seperti BTC/USD, BTC/USDT, dan BTC/IDR.
Meskipun semuanya mengacu pada Bitcoin, nilai yang ditampilkan bisa berbeda karena menggunakan mata uang atau aset pembanding yang berbeda.
Sebagai contoh, harga BTC/IDR dipengaruhi oleh harga Bitcoin dalam denominasi dolar serta nilai tukar dolar terhadap rupiah. Sementara itu, BTC/USDT menggunakan USDT sebagai aset pembanding yang dirancang untuk mengikuti nilai dolar AS, tetapi harganya di pasar tidak selalu persis sama dengan USD.
Karena itu, membandingkan harga Bitcoin dalam rupiah dengan harga BTC dalam dolar secara langsung bisa menghasilkan kesimpulan yang keliru.
Agar lebih akurat, pastikan pasangan perdagangan, mata uang pembanding, dan waktu pengamatan yang digunakan sudah setara.
5. Biaya transaksi dan struktur biaya bursa
Setiap bursa memiliki kebijakan biaya yang berbeda. Beberapa biaya yang perlu diperhatikan antara lain biaya perdagangan, penarikan, dan transfer aset.
Biaya tersebut tidak selalu mengubah harga pasar Bitcoin secara langsung. Namun, biaya dapat memengaruhi total pengeluaran ketika seseorang membeli atau menjual BTC.
Misalnya, harga Bitcoin di Bursa A terlihat lebih murah dibandingkan Bursa B. Akan tetapi, setelah memperhitungkan biaya perdagangan dan penarikan, selisih biaya keseluruhan mungkin menjadi jauh lebih kecil.
Inilah alasan mengapa harga Bitcoin yang terlihat paling murah belum tentu menjadi pilihan paling ekonomis.
Saat membandingkan harga antar bursa, perhatikan juga biaya yang berlaku agar mendapatkan gambaran yang lebih realistis mengenai total biaya transaksi.
6. Kecepatan pembaruan harga dan volatilitas pasar
Pasar Bitcoin beroperasi selama 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu. Harga dapat berubah dengan cepat ketika muncul berita penting, perubahan sentimen, atau peningkatan aktivitas perdagangan.
Pada kondisi pasar yang sangat volatil, harga di satu bursa mungkin bergerak lebih dahulu dibandingkan harga di bursa lain.
Selain itu, aplikasi atau situs yang digunakan untuk memantau harga bisa memiliki perbedaan waktu pembaruan data. Akibatnya, angka yang terlihat di layar belum tentu benar-benar mencerminkan kondisi pasar pada detik yang sama.
Perbedaan kecil juga bisa muncul ketika data yang dibandingkan berasal dari waktu pengamatan berbeda.
Karena itu, ketika menemukan selisih harga Bitcoin yang cukup besar, periksa apakah data dari kedua bursa diperbarui pada waktu yang sama.
7. Hambatan arbitrase antar bursa
Secara teori, trader bisa memanfaatkan perbedaan harga Bitcoin melalui strategi yang disebut arbitrase.
Arbitrase adalah strategi membeli aset di pasar dengan harga lebih rendah dan menjualnya di pasar lain dengan harga lebih tinggi, dengan tujuan memperoleh keuntungan dari selisih harga tersebut.
Namun, praktiknya tidak sesederhana itu.
Transfer Bitcoin antar bursa membutuhkan waktu dan dapat dikenai biaya. Selama proses tersebut, harga di kedua platform juga bisa berubah. Selain itu, keterbatasan likuiditas, batas penarikan, dan perbedaan harga eksekusi dapat mengurangi potensi keuntungan.
Sebagian pelaku arbitrase mengatasi hambatan transfer dengan menyimpan dana atau aset di beberapa bursa sekaligus. Meski begitu, strategi ini tetap memiliki risiko, termasuk risiko operasional dan risiko pada platform yang digunakan.
Dengan kata lain, perbedaan harga antar bursa tidak selalu bisa langsung dimanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan.
Contoh Sederhana Perbedaan Harga Bitcoin Antar Bursa
Agar lebih mudah dipahami, bayangkan harga Bitcoin di dua bursa berikut.
| Keterangan | Bursa A | Bursa B |
|---|---|---|
| Harga BTC | Rp1.500.000.000 | Rp1.515.000.000 |
| Selisih harga | Rp15.000.000 |
Catatan: Angka di atas merupakan simulasi untuk tujuan edukasi, bukan harga pasar aktual.
Dari ilustrasi tersebut, harga Bitcoin di Bursa A lebih rendah Rp15 juta dibandingkan Bursa B.
Jika hanya melihat harga yang ditampilkan, membeli BTC di Bursa A lalu menjualnya di Bursa B mungkin terlihat menguntungkan.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhitungkan sebelum mengambil keputusan, seperti:
- Biaya pembelian Bitcoin di Bursa A.
- Biaya penjualan Bitcoin di Bursa B.
- Biaya transfer BTC antar bursa.
- Perubahan harga selama proses transfer.
- Selisih antara harga yang ditampilkan dan harga transaksi yang benar-benar diperoleh.
Setelah seluruh komponen tersebut diperhitungkan, keuntungan yang terlihat dari selisih harga awal bisa berkurang atau bahkan berubah menjadi kerugian.
Karena itu, penting untuk membedakan selisih harga nominal dengan keuntungan bersih yang benar-benar bisa direalisasikan.
Apakah Perbedaan Harga Bitcoin Antar Bursa Bisa Dimanfaatkan?
Jawabannya, bisa, tetapi tidak selalu mudah dan tidak menjamin keuntungan.
Strategi arbitrase memang memanfaatkan perbedaan harga aset di beberapa pasar. Namun, keberhasilannya bergantung pada banyak faktor, termasuk biaya, likuiditas, kecepatan eksekusi, dan kemampuan mengelola risiko.
Selain itu, ada perbedaan antara harga yang terlihat di layar dan harga yang benar-benar tersedia ketika transaksi dilakukan.
Misalnya, harga jual tertinggi di satu bursa mungkin hanya tersedia untuk jumlah Bitcoin yang kecil. Jika jumlah BTC yang ingin dijual lebih besar, sebagian transaksi bisa terjadi pada harga yang lebih rendah.
Hal yang sama berlaku ketika membeli Bitcoin di bursa lain. Harga termurah belum tentu tersedia untuk seluruh jumlah pembelian yang diinginkan.
Bagi pemula, memahami penyebab perbedaan harga Bitcoin merupakan langkah awal yang lebih penting daripada langsung mencoba arbitrase. Dengan memahami mekanisme pasar, keputusan jual beli bisa dibuat berdasarkan informasi yang lebih lengkap.
Cara Membandingkan Harga Bitcoin Antar Bursa dengan Lebih Akurat
Jika ingin mengetahui bursa mana yang menawarkan harga lebih kompetitif, ada beberapa hal yang bisa dilakukan.
1. Bandingkan harga pada waktu yang sama
Harga Bitcoin bisa berubah dalam hitungan detik. Karena itu, penting untuk membandingkan harga antar bursa pada waktu yang sama agar mendapatkan gambaran pasar yang lebih akurat.
Untuk memahami pergerakan harga Bitcoin, kamu bisa memanfaatkan berbagai sumber data dan alat analisis, salah satunya platform analitik kripto Coinmico.
2. Periksa harga beli dan harga jual
Jangan hanya melihat harga terakhir atau last price.
Perhatikan juga harga jual yang tersedia bagi pembeli (ask) dan harga beli yang tersedia bagi penjual (bid). Kedua angka ini membantu memberikan gambaran yang lebih realistis mengenai harga transaksi.
3. Perhatikan spread
Spread adalah selisih antara harga ask terendah dan harga bid tertinggi.
Spread yang lebih lebar dapat meningkatkan biaya transaksi secara tidak langsung, terutama jika transaksi dilakukan dengan segera pada harga yang tersedia di pasar.
4. Hitung seluruh biaya
Periksa biaya perdagangan, penarikan, dan transfer jika transaksi melibatkan lebih dari satu bursa. Jangan hanya berpatokan pada harga Bitcoin yang terlihat paling rendah.
5. Periksa likuiditas dan kedalaman pasar
Bursa dengan likuiditas tinggi dapat memberikan lebih banyak pilihan harga dan membantu mengurangi dampak pesanan besar terhadap harga transaksi.
Namun, kondisi likuiditas tetap perlu diperiksa pada pasangan perdagangan dan waktu yang relevan.
6. Pastikan pasangan perdagangan yang dibandingkan setara
Bandingkan BTC dengan aset pembanding yang sama atau konversikan nilainya menggunakan kurs yang relevan. Langkah ini membantu menghindari perbedaan harga yang sebenarnya berasal dari perbedaan mata uang.
Penutup
Harga Bitcoin bisa berbeda antar bursa karena setiap platform memiliki mekanisme pasar, pembeli, penjual, likuiditas, dan buku pesanan masing-masing. Perbedaan pasangan perdagangan, nilai tukar, biaya transaksi, serta kondisi pasar juga dapat memengaruhi harga yang terlihat.
Meskipun selisih harga terkadang membuka peluang arbitrase, keuntungan tidak bisa ditentukan hanya dari perbedaan angka di layar. Biaya, likuiditas, perubahan harga, dan risiko transfer perlu diperhitungkan sebelum mengambil keputusan.
Bagi investor maupun trader pemula, memahami cara harga Bitcoin terbentuk dan membandingkan harga secara tepat merupakan langkah penting untuk mengambil keputusan yang lebih rasional di pasar kripto.

