Lapas Tenggarong Gelar Sidang TPP Evaluasi Kelayakan Warga Binaan


Bangkapost — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong melaksanakan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) sebagai bagian penting dalam proses pembinaan dan evaluasi terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP). Sidang ini menjadi forum pertimbangan untuk menilai kelayakan warga binaan berdasarkan perilaku, kedisiplinan, serta perkembangan pembinaan yang telah dijalani.

Dalam pelaksanaannya, Sidang TPP membahas sejumlah agenda, meliputi usulan hak integrasi, usulan pengangkatan tamping, pembahasan terkait Register F, serta permohonan izin keluar untuk keperluan sidang Peninjauan Kembali (PK). Setiap usulan dibahas dengan mempertimbangkan aspek administratif, ketentuan yang berlaku, serta hasil evaluasi terhadap warga binaan sesuai dengan jenis permohonannya.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, I Wayan Nurasta Wibawa. Dalam arahannya, Kalapas menekankan pentingnya keselarasan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan sebagai cerminan integritas dan tanggung jawab setiap individu.

“Apa yang kamu pikirkan, itu yang kamu katakan, dan juga itu yang kamu perbuat. Jadi, semua terukur dan dapat dipertanggungjawabkan secara moral,” tegas Kalapas.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap perilaku memiliki konsekuensi. Sikap disiplin, kepatuhan terhadap aturan, keaktifan mengikuti pembinaan, serta kemampuan menunjukkan perubahan positif merupakan bagian penting dalam proses penilaian warga binaan. Pembinaan bukan sekadar menjalani masa pidana, melainkan kesempatan untuk membentuk karakter dan menumbuhkan kesadaran agar mampu kembali menjalani kehidupan bermasyarakat secara bertanggung jawab.

Melalui Sidang TPP, Lapas Kelas IIA Tenggarong terus berupaya memastikan setiap rekomendasi didasarkan pada pertimbangan yang objektif, transparan, dan sesuai ketentuan. Keputusan terkait hak maupun penugasan warga binaan tidak semata-mata dilihat dari permohonan yang diajukan, tetapi juga melalui proses penilaian dan persyaratan yang harus dipenuhi.

Pada akhirnya, perubahan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus dibuktikan melalui tindakan nyata. Sebab, kepercayaan tumbuh dari perilaku, tanggung jawab tercermin dalam perbuatan, dan setiap kesempatan untuk melangkah lebih baik harus diiringi dengan komitmen untuk terus memperbaiki diri.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Lapas Tenggarong Gelar Sidang TPP Evaluasi Kelayakan Warga Binaan
  • Lapas Tenggarong Gelar Sidang TPP Evaluasi Kelayakan Warga Binaan
  • Lapas Tenggarong Gelar Sidang TPP Evaluasi Kelayakan Warga Binaan
  • Lapas Tenggarong Gelar Sidang TPP Evaluasi Kelayakan Warga Binaan
  • Lapas Tenggarong Gelar Sidang TPP Evaluasi Kelayakan Warga Binaan
  • Lapas Tenggarong Gelar Sidang TPP Evaluasi Kelayakan Warga Binaan