Dari Bahan Sederhana Jadi Karya, Warga Binaan Lapas Kotabaru Buat Tempat Pulpen
Bangkapost – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus mengembangkan pembinaan kemandirian melalui kegiatan prakarya. Salah satunya diwujudkan melalui pembuatan tempat pulpen yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengasah kreativitas sekaligus keterampilan kerja, Rabu (07/10/26).
Kegiatan pembuatan tempat pulpen dilaksanakan secara bertahap dengan memanfaatkan bahan yang tersedia. Warga binaan mengikuti proses mulai dari menyiapkan bahan, mengukur, memotong, merangkai, hingga menyelesaikan bagian akhir agar menghasilkan produk yang rapi dan dapat digunakan.
Kasi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Kelas IIA Kotabaru, Akhmad Hamirun, mengatakan kegiatan prakarya menjadi salah satu sarana untuk memberikan pengalaman keterampilan kepada warga binaan. Menurutnya, proses pembuatan produk sederhana tetap memiliki nilai pembelajaran yang penting.
“Melalui kegiatan seperti ini, warga binaan belajar untuk bekerja dengan teliti, sabar, dan bertanggung jawab. Keterampilan yang mereka dapatkan diharapkan bisa menjadi bekal yang bermanfaat setelah kembali ke masyarakat,” ujar Akhmad.
Selain menghasilkan barang yang memiliki fungsi, kegiatan tersebut juga mendorong warga binaan untuk lebih percaya diri dalam mengembangkan ide. Setiap tahapan dikerjakan dengan memperhatikan kerapian dan ketelitian sehingga hasil karya dapat digunakan dengan baik.
Salah satu warga binaan berinisial R mengaku senang dapat mengikuti kegiatan pembuatan tempat pulpen. Ia menyebut kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus membuat waktu selama menjalani pembinaan menjadi lebih produktif.
“Saya belajar membuat sesuatu dengan lebih teliti dan sabar. Semoga keterampilan seperti ini bisa terus dikembangkan dan menjadi bekal ketika nanti kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Melalui pembinaan kemandirian, Lapas Kotabaru terus berupaya memberikan kegiatan positif yang mampu meningkatkan keterampilan warga binaan. Pembuatan tempat pulpen menjadi salah satu bentuk pembelajaran sederhana yang diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas, kemandirian, dan semangat berkarya.
