Tingkatkan Pembinaan Kerohanian, Warga Binaan Lapas Kotabaru Belajar Baca Tulis Al-Qur’an
Bangkapost – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus berupaya memberikan pembinaan yang menyeluruh kepada warga binaan, tidak hanya melalui kegiatan kemandirian, tetapi juga pembinaan kepribadian di bidang keagamaan. Pada Selasa (27/10/2026), warga binaan mengikuti kegiatan belajar baca tulis Al-Qur’an sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keagamaan.
Kegiatan ini menjadi sarana bagi warga binaan untuk mempelajari dasar-dasar membaca dan menulis Al-Qur’an, sekaligus memperdalam pengetahuan agama. Dengan bimbingan yang diberikan, warga binaan diharapkan semakin termotivasi untuk belajar dan menjadikan kegiatan keagamaan sebagai bagian dari proses memperbaiki diri.
Kasubsi Registrasi Lapas Kotabaru, Suharyo, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter warga binaan. Menurutnya, kemampuan membaca Al-Qur’an dan pemahaman nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat menjadi bekal positif bagi warga binaan selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke masyarakat.
“Pembinaan keagamaan merupakan salah satu upaya untuk membangun kesadaran dan memperkuat karakter warga binaan. Kami berharap kegiatan belajar baca tulis Al-Qur’an ini dapat diikuti dengan sungguh-sungguh sehingga memberikan manfaat bagi perkembangan pribadi dan kehidupan mereka ke depan,” ujarnya.
Salah seorang warga binaan berinisial H mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa belajar membaca dan menulis Al-Qur’an menjadi kesempatan untuk memperbaiki kemampuan sekaligus meningkatkan pemahaman agama.
“Saya senang bisa mengikuti kegiatan ini. Saya ingin terus belajar agar semakin lancar membaca Al-Qur’an dan bisa memahami ajaran agama dengan lebih baik. Semoga ilmu yang didapat bisa menjadi bekal ketika nanti kembali ke masyarakat,” ungkap H.
Melalui kegiatan belajar baca tulis Al-Qur’an, Lapas Kelas IIA Kotabaru berharap pembinaan kepribadian warga binaan dapat berjalan secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen pemasyarakatan dalam mendorong warga binaan untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas spiritual, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik.
Baca Juga:
