Rutan Rantau Perkuat Pemahaman Petugas melalui Penjelasan Tool Assessment Rehabilitasi dan Reedukasi
Bangkapost – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rantau mengikuti Conference kegiatan penjelasan Tool Assessment untuk rehabilitasi dan reedukasi melalui Zoom Meeting, Selasa (06/10). Kegiatan berlangsung di Aula Lantai Atas Rutan Rantau dan diikuti oleh Kepala Rutan, pejabat struktural, serta staf sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman petugas terhadap instrumen penilaian dalam pelaksanaan program pembinaan.
Kegiatan ini menjadi momentum bagi jajaran Rutan Rantau untuk memahami lebih lanjut penggunaan Tool Assessment sebagai instrumen yang mendukung proses identifikasi dan penilaian kebutuhan warga binaan. Pemahaman yang baik terhadap instrumen tersebut diharapkan dapat membantu petugas dalam menentukan pendekatan pembinaan yang lebih tepat, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing warga binaan.
Kepala Rutan Kelas IIB Rantau, Renaldi Hutagalung, menegaskan bahwa pemahaman petugas terhadap instrumen penilaian merupakan bagian penting dalam memastikan program pembinaan berjalan secara terukur. “Setiap proses pembinaan harus memiliki dasar penilaian yang jelas. Dengan memahami Tool Assessment, kita dapat melihat kebutuhan warga binaan secara lebih objektif sehingga pembinaan yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” tegas Renaldi.
Kasubsi Pelayanan Tahanan, Darmawan Saputra, menyampaikan bahwa penjelasan tersebut memberikan tambahan pemahaman bagi petugas, khususnya dalam mendukung pelaksanaan rehabilitasi dan reedukasi. “Kami akan terus memperkuat pemahaman petugas agar penggunaan Tool Assessment dapat diterapkan dengan baik. Penilaian yang tepat akan membantu kita menyusun langkah pembinaan yang lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan warga binaan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Rutan Rantau berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi petugas dalam mendukung pelaksanaan pembinaan yang berkualitas. Penguatan pemahaman terhadap Tool Assessment diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan proses rehabilitasi dan reedukasi yang lebih terarah, terukur, serta berorientasi pada perubahan positif warga binaan.
Baca Juga:
