Rutan Rantau Beri Pelatihan Budidaya Perikanan Praktis Bagi Warga Binaan
Bangkapost – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rantau terus mengembangkan program pembinaan kemandirian melalui kegiatan budidaya perikanan di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Salah satu kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (13/10) adalah perawatan ikan sebagai upaya membekali warga binaan dengan keterampilan di bidang perikanan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, warga binaan terlibat langsung dalam pemeliharaan ikan, mulai dari memperhatikan kondisi kolam, menjaga kebersihan lingkungan budidaya, hingga memastikan pemberian pakan dilakukan secara teratur. Perawatan yang dilakukan secara rutin diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ikan sekaligus menjaga kondisi kolam agar tetap sesuai untuk kegiatan budidaya.
Pengelola kegiatan pembinaan kemandirian, Angga Suma Wijaya, menyampaikan bahwa budidaya ikan menjadi salah satu bentuk pembelajaran praktis bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan produktif. “Melalui kegiatan perawatan ikan ini, warga binaan belajar mengenai pentingnya ketekunan, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam mengelola budidaya perikanan. Kami berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal keterampilan yang bermanfaat ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Salah seorang warga binaan berinisial AG mengungkapkan bahwa kegiatan perawatan ikan memberinya pengalaman baru dalam mempelajari proses budidaya perikanan. “Saya senang bisa terlibat langsung dalam merawat ikan di lahan SAE. Dari kegiatan ini, saya belajar bahwa memelihara ikan membutuhkan ketelatenan, mulai dari menjaga kebersihan kolam hingga memperhatikan pemberian pakan. Semoga ilmu yang saya dapatkan bisa berguna setelah kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan perawatan ikan di lahan SAE, Rutan Kelas IIB Rantau terus mendorong pembinaan yang produktif dan berorientasi pada pengembangan keterampilan. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan kemandirian, rasa tanggung jawab, serta semangat berusaha bagi warga binaan sebagai bekal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Baca Juga:
