Panen Perdana 30 Butir Telur, Lapas Kotabaru Dorong Pembinaan Kemandirian Warga Binaan
Bangkapost – Senin (12/10), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru mencatat hasil positif dari kegiatan pembinaan kemandirian melalui panen perdana sebanyak 30 butir telur ayam. Capaian ini menjadi langkah awal dalam pengembangan kegiatan peternakan ayam petelur yang dilaksanakan sebagai sarana pembelajaran dan peningkatan keterampilan warga binaan.
Panen perdana tersebut merupakan hasil dari proses pemeliharaan ayam yang dilakukan secara bertahap. Dalam kegiatan ini, warga binaan terlibat dalam perawatan ternak, pemberian pakan, pemantauan kondisi ayam, serta pengumpulan telur dengan pendampingan petugas.
Kegiatan peternakan ayam petelur tidak hanya berfokus pada hasil produksi, tetapi juga memberikan pengalaman praktis bagi warga binaan dalam mengelola usaha peternakan. Melalui kegiatan tersebut, mereka dilatih untuk memahami pentingnya ketekunan, kedisiplinan, kebersihan, dan tanggung jawab dalam menjalankan pekerjaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Imam Sapto Riadi, mengapresiasi capaian panen perdana tersebut sebagai bagian dari proses pembinaan yang produktif. “Panen perdana sebanyak 30 butir telur ini menjadi langkah awal yang positif. Kami berharap kegiatan peternakan ayam petelur dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat bagi pembinaan keterampilan dan kemandirian warga binaan,” ujarnya.
Keberhasilan panen perdana ini diharapkan menjadi motivasi untuk meningkatkan pemeliharaan ayam petelur secara berkelanjutan. Evaluasi terhadap perawatan ternak dan pengelolaan kandang juga menjadi bagian penting agar produktivitas dapat terus ditingkatkan.
Lapas Kotabaru terus mendorong pelaksanaan kegiatan kerja yang memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk belajar melalui praktik langsung. Pengalaman dalam peternakan diharapkan dapat menjadi bekal pengetahuan yang bermanfaat ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
Melalui panen perdana ini, Lapas Kelas IIA Kotabaru berupaya memperkuat pembinaan kemandirian yang berorientasi pada keterampilan dan produktivitas. Capaian tersebut diharapkan menjadi awal dari pengembangan kegiatan peternakan yang lebih optimal sekaligus mendukung kesiapan warga binaan untuk menjalani kehidupan yang mandiri setelah bebas.
Baca Juga:
