Keripik Piscok Jadi Karya Produktif, Warga Binaan Lapas Kotabaru Asah Keterampilan Mengolah Camilan
Bangkapost – Kegiatan pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIA Kotabaru terus menghadirkan aktivitas produktif bagi warga binaan. Salah satunya melalui pembuatan keripik pisang coklat (piscok) yang menjadi sarana untuk mengembangkan keterampilan dalam mengolah bahan sederhana menjadi camilan bernilai, Kamis (08/10/26).
Proses pembuatan keripik piscok dilakukan secara bertahap, mulai dari menyiapkan bahan, mengolah pisang, memberikan isian coklat, hingga menggorengnya dengan memperhatikan tingkat kematangan. Setiap tahapan dikerjakan dengan teliti agar menghasilkan keripik yang renyah dan memiliki cita rasa yang menarik.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi warga binaan untuk belajar mengenai pentingnya kebersihan dan ketelitian dalam proses pengolahan makanan. Selain keterampilan teknis, warga binaan turut dilatih untuk bekerja secara disiplin dan bertanggung jawab.
Kasi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Kelas IIA Kotabaru, Akhmad Hamirun, mengatakan pembuatan keripik piscok merupakan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman praktis kepada warga binaan.
“Melalui pembuatan keripik piscok, warga binaan tidak hanya belajar mengolah makanan, tetapi juga belajar tentang ketelitian, kebersihan, dan tanggung jawab dalam menghasilkan sebuah produk,” ujar Akhmad.
Menurut Hamirun, pembinaan kemandirian diarahkan agar warga binaan memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif. Pengalaman selama mengikuti proses pembuatan produk diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke lingkungan masyarakat.
Melalui kegiatan pembuatan keripik piscok, Lapas Kotabaru terus mendorong warga binaan untuk mengisi waktu dengan aktivitas positif dan bermanfaat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian melalui keterampilan yang sederhana, kreatif, dan dapat terus dikembangkan.
Baca Juga:
