Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Lapas Tenggarong Sukses Panen Ribuan Telur Ayam


Bangkapost — Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali diwujudkan melalui kegiatan panen telur dari budidaya ayam petelur. Ribuan telur berhasil dihasilkan sebagai salah satu bentuk produktivitas program pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus kontribusi nyata dalam mendukung Asta Cita Presiden, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya berfokus pada perubahan perilaku, tetapi juga diarahkan pada pengembangan keterampilan, peningkatan produktivitas, dan pembentukan kemandirian. Melalui budidaya ayam petelur, warga binaan diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi serta manfaat bagi pemenuhan kebutuhan pangan.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur, Yan Rusmanto, bersama Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, I Wayan Nurasta Wibawa, beserta jajaran, turut melaksanakan panen telur secara langsung. Kegiatan ini menjadi momentum untuk melihat hasil nyata dari program pembinaan kemandirian yang dikembangkan di Lapas Tenggarong, sekaligus memperkuat komitmen jajaran dalam mendorong kegiatan produktif yang berkelanjutan.

Budidaya ayam petelur merupakan salah satu upaya untuk mengoptimalkan potensi sumber daya yang dimiliki lapas melalui pembinaan berbasis keterampilan dan praktik kerja. Dalam pelaksanaannya, warga binaan berkesempatan mempelajari proses pemeliharaan ayam, perawatan kandang, pemberian pakan, hingga pengelolaan hasil produksi. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, ketekunan, serta pemahaman mengenai proses produksi pangan yang baik.

Hasil panen telur ini juga mencerminkan pentingnya kesinambungan program pembinaan yang berorientasi pada hasil dan manfaat. Setiap butir telur yang dihasilkan menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi warga binaan untuk memahami nilai kerja keras, konsistensi, dan tanggung jawab dalam menghasilkan produk yang bermanfaat. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan produk pangan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah warga binaan kembali ke tengah masyarakat.

Sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden dalam memperkuat ketahanan pangan, Lapas Kelas IIA Tenggarong terus berupaya mengembangkan kegiatan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Program budidaya ayam petelur diharapkan dapat terus ditingkatkan melalui pengelolaan yang baik, pemeliharaan yang konsisten, serta pengembangan kapasitas warga binaan agar mampu menghasilkan produk secara optimal. Upaya ini sekaligus menunjukkan bahwa institusi pemasyarakatan dapat mengambil bagian dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui program yang konkret dan memberikan manfaat.

Melalui capaian ini, Lapas Kelas IIA Tenggarong menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan yang berdampak, dengan menempatkan produktivitas dan kemandirian sebagai bagian penting dari proses pemasyarakatan. Butir demi butir telur yang dihasilkan menjadi gambaran nyata bahwa pembinaan dapat melahirkan karya, menumbuhkan harapan, dan memberikan kontribusi bagi ketahanan pangan. Dari dalam lapas, semangat kemandirian terus dibangun sebagai bekal bagi warga binaan untuk menjadi pribadi yang lebih produktif dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Lapas Tenggarong Sukses Panen Ribuan Telur Ayam
  • Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Lapas Tenggarong Sukses Panen Ribuan Telur Ayam
  • Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Lapas Tenggarong Sukses Panen Ribuan Telur Ayam
  • Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Lapas Tenggarong Sukses Panen Ribuan Telur Ayam
  • Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Lapas Tenggarong Sukses Panen Ribuan Telur Ayam
  • Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Lapas Tenggarong Sukses Panen Ribuan Telur Ayam