Rawat Pakcoy Hidroponik, Warga Binaan Lapas Kotabaru Jaga Kualitas Hasil Pertanian
Bangkapost – Program pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian terus dikembangkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru. Salah satunya melalui budidaya pakcoy dengan sistem hidroponik yang dikelola oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan mulai mendapat minat dari masyarakat.
Kamis (10/09), Warga Binaan melaksanakan perawatan rutin pada tanaman pakcoy yang dibudidayakan di area hidroponik Lapas Kotabaru. Perawatan dilakukan untuk memastikan tanaman tumbuh dengan baik sekaligus menjaga kualitas sayuran yang nantinya dapat dimanfaatkan dan dipasarkan kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Warga Binaan melakukan sejumlah tahapan perawatan, mulai dari memeriksa aliran nutrisi, memastikan kondisi instalasi tetap bersih, hingga memantau pertumbuhan tanaman secara berkala. Setiap tahapan dilakukan dengan teliti dan konsisten agar tanaman dapat tumbuh secara optimal.
Kegiatan budidaya hidroponik juga menjadi sarana bagi WBP untuk mempelajari teknik pertanian modern secara langsung. Selain keterampilan teknis, mereka dibiasakan memiliki sikap disiplin, bertanggung jawab, dan mampu menjaga kualitas hasil pekerjaan dari proses penanaman hingga masa panen.
Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Imam Sapto Riadi, menyampaikan bahwa pengembangan pertanian hidroponik merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang memberikan pengalaman praktis kepada Warga Binaan.
“Budidaya hidroponik memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk mempelajari keterampilan pertanian yang dapat dikembangkan secara mandiri. Kami juga terus mendorong agar hasil pembinaan memiliki kualitas yang baik sehingga dapat memberikan manfaat, baik bagi Warga Binaan maupun masyarakat,” ujar Imam.
Dengan perawatan yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Kotabaru terus berupaya mengembangkan program pembinaan kemandirian yang produktif. Budidaya pakcoy hidroponik diharapkan tidak hanya menghasilkan sayuran berkualitas, tetapi juga menjadi bekal keterampilan bagi WBP untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat.
Baca Juga:
