Berantas Buta Aksara, Lapas Amuntai Libatkan Peserta Magang Ajarkan Baca Tulis Warga Binaan


Bangkapost – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Amuntai terus mengembangkan program pembinaan yang menyentuh kebutuhan dasar Warga Binaan. Salah satunya melalui kegiatan pembelajaran membaca dan menulis bagi Warga Binaan yang masih mengalami buta aksara, Selasa (29/9/2026).

Dalam pelaksanaannya, Lapas Amuntai mendorong peserta magang yang ditempatkan pada bidang pembinaan untuk turut berperan aktif sebagai pendamping belajar. Para peserta magang membantu Warga Binaan mengenal huruf, membaca kata dan kalimat sederhana, serta berlatih menulis secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing.

Kepala Lapas Kelas IIB Amuntai, Gusti Iskandarsyah, mengatakan kemampuan membaca dan menulis merupakan keterampilan dasar yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, pembinaan tidak hanya diarahkan pada aspek kepribadian dan kemandirian, tetapi juga peningkatan kemampuan dasar Warga Binaan.

“Kami ingin keberadaan peserta magang memberikan manfaat nyata bagi proses pembinaan. Salah satunya dengan mendampingi Warga Binaan yang belum mampu membaca dan menulis. Pembelajaran dilakukan secara sederhana, bertahap, dan berkelanjutan agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kemampuan diri,” ujar Gusti.

Menurutnya, keterlibatan peserta magang juga menjadi sarana bagi mereka untuk memperoleh pengalaman langsung dalam pelaksanaan pembinaan Pemasyarakatan. Mereka tidak hanya mengamati kegiatan, tetapi diberikan ruang untuk berkontribusi melalui pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki dengan tetap berada di bawah arahan petugas.
Suasana pembelajaran berlangsung interaktif. Warga Binaan mengikuti latihan membaca dan menulis dengan pendampingan langsung sehingga materi dapat disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing peserta.

Program tersebut diharapkan mampu membantu Warga Binaan meningkatkan kepercayaan diri sekaligus memberikan bekal yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat. Kemampuan literasi juga menjadi modal penting untuk mengakses informasi, berkomunikasi, dan menjalani kehidupan secara lebih mandiri.

Melalui pembelajaran baca tulis ini, Lapas Amuntai menegaskan bahwa proses Pemasyarakatan bukan sekadar menjalani masa pidana, tetapi juga membuka kesempatan untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Berantas Buta Aksara, Lapas Amuntai Libatkan Peserta Magang Ajarkan Baca Tulis Warga Binaan
  • Berantas Buta Aksara, Lapas Amuntai Libatkan Peserta Magang Ajarkan Baca Tulis Warga Binaan
  • Berantas Buta Aksara, Lapas Amuntai Libatkan Peserta Magang Ajarkan Baca Tulis Warga Binaan
  • Berantas Buta Aksara, Lapas Amuntai Libatkan Peserta Magang Ajarkan Baca Tulis Warga Binaan
  • Berantas Buta Aksara, Lapas Amuntai Libatkan Peserta Magang Ajarkan Baca Tulis Warga Binaan
  • Berantas Buta Aksara, Lapas Amuntai Libatkan Peserta Magang Ajarkan Baca Tulis Warga Binaan